KaMedia – Kondisi infrastruktur lingkungan yang belum kunjung tuntas kembali menjadi sorotan. Berbagai persoalan mulai dari drainase yang kerap tersumbat, minimnya penerangan jalan, hingga layanan administrasi kependudukan yang dinilai masih menyulitkan, mencuat dalam audiensi antara warga RW 02 Kelurahan Pucang, Kabupaten Sidoarjo, dengan anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Komisi B, Afdal Muhamad Insane.
Pertemuan yang digelar di balai RW berlangsung hangat, namun sarat dengan kritik dan harapan. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada wakil rakyat, tanpa harus melalui jalur birokrasi yang selama ini dianggap berbelit.
Afdal membuka ruang dialog seluas-luasnya. Menurutnya, mendengar langsung suara masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab seorang anggota dewan agar kebijakan yang lahir tidak sekadar berdasarkan laporan di atas meja.
“Sebagai anggota Komisi B yang membidangi perekonomian, saya punya kewajiban mendengar langsung dari warga. Semua masukan hari ini akan saya catat dan saya kawal agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme di DPRD,” tegas Afdal.
Saat dikonfirmasi awak media, legislator Fraksi PKS itu juga meluruskan bahwa kegiatan tersebut bukan agenda resmi DPRD maupun partai. Ia menegaskan audiensi tersebut merupakan undangan pribadi dari warga RW 02 Kelurahan Pucang yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung.
Di sisi lain, Ketua RW 02 Kelurahan Pucang mengapresiasi kesediaan Afdal hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran anggota dewan secara langsung memberi harapan baru bahwa persoalan yang selama ini berulang tidak lagi sekadar menjadi bahan pembicaraan.
“Warga senang Pak Dewan mau duduk bersama dan mendengarkan keluhan kami secara langsung. Harapan kami sederhana, setelah pertemuan ini ada langkah nyata, terutama untuk perbaikan drainase dan lampu jalan yang sudah lama kami usulkan,” ujarnya.
Audiensi tersebut menjadi pengingat bahwa kehadiran wakil rakyat tidak hanya diukur dari rapat-rapat di gedung dewan, tetapi juga dari keberanian turun langsung menemui masyarakat. Kini, publik menanti apakah deretan aspirasi yang telah disampaikan benar-benar akan berujung pada solusi, atau kembali menjadi daftar panjang janji yang terlupakan.











