HeadlineKesehatanSidoarjo

Jangan Tunggu Hati Rusak! Dinkes Sidoarjo Bidik Kelompok Berisiko, Perang Terbuka Lawan Hepatitis

×

Jangan Tunggu Hati Rusak! Dinkes Sidoarjo Bidik Kelompok Berisiko, Perang Terbuka Lawan Hepatitis

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes ( kiri ), Kadinkes Kabupaten Sidoarjo / Foto : Fifin Jun

KaMedia – Hepatitis masih menjadi ancaman senyap yang kerap terlambat disadari. Penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala hingga fungsi hati rusak parah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan memilih mengambil langkah yang lebih agresif: memburu kelompok berisiko sebelum virus lebih dulu menghancurkan korbannya.

Memperingati Hari Hepatitis Sedunia, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo memperkuat upaya pencegahan Hepatitis B dan Hepatitis C dengan strategi pemetaan kelompok berisiko sebagai dasar intervensi yang lebih tepat sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes., menegaskan bahwa hepatitis tidak boleh lagi dianggap penyakit yang bisa ditangani setelah muncul gejala.

“Musuh terbesar hepatitis adalah keterlambatan. Banyak penderita baru mengetahui dirinya terinfeksi ketika hati sudah mengalami kerusakan. Karena itu, deteksi dini harus dimulai dengan mengetahui siapa dan di mana kelompok yang paling rentan,” tegasnya.

Saat ini Dinkes Sidoarjo sedang memetakan kelompok berisiko di seluruh kecamatan. Sasaran utama meliputi ibu hamil melalui skrining HBsAg saat pelayanan antenatal, pengguna jarum suntik tidak steril, kelompok dengan perilaku seksual berisiko, orang dengan HIV/AIDS (ODHA), penerima transfusi darah, hingga pasien hemodialisa.

Menurut dr Lakhsmie, pemetaan bukan sekadar pendataan di atas kertas, melainkan senjata utama untuk memperluas skrining, mempercepat rujukan, dan memastikan edukasi diberikan tepat kepada kelompok yang paling membutuhkan.

“Kalau kita hanya menunggu pasien datang dengan kondisi hati yang sudah rusak, kita selalu kalah. Karena itu, kami bergerak lebih dulu melalui pemetaan risiko,” ujarnya.

Program Triple Eliminasi tetap menjadi ujung tombak, terutama memutus penularan Hepatitis B dari ibu kepada bayi. Seluruh ibu hamil diwajibkan menjalani pemeriksaan HBsAg. Bila hasilnya reaktif, bayi harus mendapatkan vaksin HB-0 dan imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) kurang dari 24 jam setelah lahir.

Skrining Hepatitis B dan Hepatitis C juga terus diperluas pada kelompok berisiko. Setiap kasus yang ditemukan akan langsung dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai standar.

Hasilnya mulai terlihat. Proporsi ibu hamil positif Hepatitis B turun dari 2,47 persen pada 2019 menjadi 1,48 persen pada 2025. Bahkan pada tahun 2025, seluruh bayi yang lahir dari ibu dengan HBsAg positif telah menerima vaksin HB-0 dan HBIG sesuai standar. Sementara itu, skrining Hepatitis C pada kelompok berisiko selama semester pertama 2026 belum menemukan kasus baru.

Momentum Hari Hepatitis Sedunia juga dimanfaatkan Dinkes Sidoarjo untuk mengingatkan masyarakat agar berhenti menganggap remeh hepatitis.

“Jangan takut diperiksa. Yang berbahaya bukan tesnya, tetapi terlambat mengetahui. Dengan pemetaan yang lebih baik, kita bisa mencegah lebih cepat, menyelamatkan fungsi hati, dan memutus rantai penularan,” kata Lakhsmie.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, memastikan seluruh alat kesehatan dalam kondisi steril, menerapkan perilaku seksual yang aman, serta melengkapi imunisasi Hepatitis B sesuai jadwal.

Pemkab Sidoarjo menegaskan, eliminasi hepatitis pada 2030 bukan sekadar slogan. Target itu hanya bisa tercapai jika pemerintah bergerak lebih cepat dan masyarakat berhenti menunda pemeriksaan. Sebab, hepatitis tidak menunggu—dan kerusakan hati sering kali sudah terlambat untuk diperbaiki ketika gejalanya akhirnya muncul.

Headline

KaMedia – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor guna merumuskan langkah penanganan terpadu terhadap sejumlah persoalan sosial di wilayahnya. Rapat berlangsung di Ops Room Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo,…