HeadlinePemerintahanSidoarjo

Bakesbangpol Sidoarjo Ajak Masyarakat Rawat Persatuan di Tengah Polarisasi Digital

×

Bakesbangpol Sidoarjo Ajak Masyarakat Rawat Persatuan di Tengah Polarisasi Digital

Sebarkan artikel ini
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo, Fredik Suharto, mengatakan dialog kebangsaan menjadi bagian dari langkah antisipatif Pemkab Sidoarjo dalam merespons dinamika sosial dan politik yang berkembang, baik di tingkat global maupun nasional / Foto : Fifin Jun

KaMedia – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (13/8/2026

Kegiatan yang rutin digelar melalui kolaborasi dengan jajaran Polri tersebut diikuti sedikitnya 100 undangan dari 32 unsur masyarakat. Pesertanya beragam, mulai dari organisasi kemahasiswaan seperti BEM hingga organisasi kemasyarakatan (ormas).

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo, Fredik Suharto, mengatakan dialog kebangsaan menjadi bagian dari langkah antisipatif Pemkab Sidoarjo dalam merespons dinamika sosial dan politik yang berkembang, baik di tingkat global maupun nasional.

Kondisi saat ini sedang tidak baik-baik saja dan dampaknya terasa hingga ke daerah. Karena itu, Pemkab mengantisipasi potensi permasalahan sejak dini dengan merangkul seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Sidoarjo,” ujar Fredik di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (13/8/2026).

Menurut Fredik, langkah pencegahan tersebut juga mengacu pada pemetaan situasi berdasarkan analisis intelijen Polres Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo ingin memastikan berbagai insiden maupun fenomena menyimpang yang muncul saat momentum peringatan kemerdekaan tahun lalu tidak kembali terjadi.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah fenomena pengibaran bendera fiksi yang sempat menghebohkan publik menjelang HUT Kemerdekaan RI tahun sebelumnya.

” Jangan sampai kejadian tahun lalu terulang kembali. Menjelang 17 Agustus, pengibaran Bendera Merah Putih adalah wujud nyata cinta tanah air dan bentuk bela negara yang hakiki, bukan menggantinya dengan simbol-simbol lain yang tidak relevan,” tegasnya.

Melalui dialog tersebut, Bakesbangpol berharap generasi muda dan seluruh elemen masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi benteng persatuan dari paparan isu provokatif dan polarisasi di ruang digital.

Kolaborasi antarelemen masyarakat dinilai penting untuk menjaga suasana tetap kondusif, memperkuat toleransi, serta memastikan semangat Bhinneka Tunggal Ika tetap hidup di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial.

Dengan demikian, persatuan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Sidoarjo.