KaMedia – Ditengah derasnya arus jajanan modern yang terus bermunculan, ada satu kudapan tradisional yang seolah menolak untuk tersingkir dari selera masyarakat. Bentuknya sederhana, berwarna hijau, dibalut parutan kelapa, tetapi sekali digigit menghadirkan kejutan rasa yang khas. Dialah Klepon.
Bola-bola kecil berbahan dasar tepung ketan itu masih mudah ditemui di berbagai penjuru Sidoarjo. Bahkan, di Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Klepon bukan sekadar jajanan pasar. Bagi sebagian besar warga, Klepon telah menjadi sumber penghidupan sekaligus identitas kampung.
Desa Bulang kini dikenal sebagai ‘Kampung Klepon’. Dari dapur-dapur rumah warga, produksi Klepon terus berjalan. Adonan diolah, dibentuk menjadi bola-bola kecil, diisi gula merah, kemudian direbus hingga mengapung. Setelah matang, Klepon dibalut parutan kelapa sebelum siap dinikmati.
Ketika digigit, gula merah cair di dalamnya langsung lumer. Perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur kenyal itulah yang membuat Klepon memiliki penggemar lintas generasi.
Menariknya, keberadaan Klepon tidak hanya bertahan di kalangan generasi tua. Anak-anak muda, termasuk Gen Z, masih menunjukkan ketertarikan terhadap jajanan tradisional tersebut. Di tengah tren makanan kekinian yang menawarkan tampilan menarik dan beragam rasa, Klepon justru memiliki kekuatan dari kesederhanaannya.
” Di tengah gempuran makanan modern, keberadaan Klepon yang masih diminati Gen Z membuktikan bahwa cita rasa khas dan nilai tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, S.Sos., M.Si.
Menurut Yudhi, keberadaan makanan tradisional seperti Klepon tidak hanya berkaitan dengan urusan kuliner. Di balik sepiring Klepon terdapat sejarah, budaya, kreativitas, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu terus dijaga.
” Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berupaya mendorong Klepon tidak hanya dikenal sebagai jajanan pasar, tetapi juga sebagai salah satu ikon wisata kuliner dan oleh-oleh khas Kota Delta ” urai Yudhi Irianto
Upaya tersebut mendapat respons dari pelaku UMKM di Kampung Klepon. Mereka mulai beradaptasi dengan selera konsumen tanpa meninggalkan karakter utama Klepon. Kemasan dibuat lebih menarik dan modern, varian rasa dikembangkan, sementara penyajiannya mulai diarahkan sebagai produk oleh-oleh.
Langkah inovasi itu menjadi penting agar Klepon mampu masuk ke pasar yang lebih luas. Sebab, bagi generasi muda, makanan bukan hanya soal rasa. Tampilan, kemasan, cerita di balik produk, hingga pengalaman ketika menikmatinya turut menjadi pertimbangan.
Di titik inilah Kampung Klepon memiliki potensi besar. Wisatawan tidak hanya bisa membeli dan mencicipi Klepon, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana jajanan tradisional tersebut dibuat oleh masyarakat setempat.
Konsep itu sekaligus menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Pengunjung diajak mengenal kuliner khas Sidoarjo dari sumbernya, sekaligus menyaksikan aktivitas ekonomi warga yang tumbuh dari warisan kuliner.l
Pemkab Sidoarjo pun berkomitmen memperkuat branding dan promosi Klepon sebagai kuliner unggulan daerah. Harapannya, Klepon semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat Sidoarjo dan Jawa Timur, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.
” Selain itu, untuk menjadi daya tarik wisata lokal maupun mancanegara, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan melakukan pembinaan kepada UMKM melalui sertifikasi HAKI atau Hak Kekayaan Intelektual bersama OPD terkait,” tambah Yudhi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar produk lokal memiliki identitas dan nilai ekonomi yang semakin kuat. Dengan perlindungan serta pengembangan yang tepat, Klepon diharapkan tidak berhenti sebagai makanan tradisional, tetapi tumbuh menjadi produk budaya sekaligus komoditas wisata.
Pada akhirnya, kekuatan Klepon bukan hanya terletak pada gula merah yang meleleh di dalamnya atau gurihnya parutan kelapa. Ada cerita tentang warga yang mempertahankan resep, pelaku UMKM yang berinovasi, dan sebuah kampung yang menjadikan makanan sederhana sebagai identitas.
Dari Desa Bulang, Klepon membuktikan bahwa tradisi tidak harus kalah oleh zaman. Selama terus dirawat, dikembangkan, dan diperkenalkan dengan cara yang relevan, jajanan sederhana itu justru bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan wajah Sidoarjo kepada dunia
Kampung Klepon pun bukan sekadar tempat membuat jajanan. Ia adalah ruang hidup tempat tradisi, kreativitas, wisata, dan ekonomi warga bertemu dalam satu rasa: manisnya Klepon, manisnya harapan Sidoarjo











