EkonomiHeadlineSidoarjo

Pemkab Sidoarjo Latih 60 Penyandang Disabilitas Kelola Usaha, Dorong Kemandirian Ekonomi

×

Pemkab Sidoarjo Latih 60 Penyandang Disabilitas Kelola Usaha, Dorong Kemandirian Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mendorong terciptanya ekonomi yang inklusif. Salah satunya melalui pelatihan usaha bagi penyandang disabilitas yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan usaha bagi penyandang disabilitas yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan berlangsung di Gedung UMKM Center Sidoarjo, Selasa (11/8/2026), dan diikuti sebanyak 60 penyandang disabilitas dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut merupakan pelaku usaha mikro yang telah merintis dan menjalankan usaha di berbagai sektor. Di antaranya usaha kuliner, kerajinan tangan, hingga bidang jasa.

Pelatihan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan pengelolaan usaha. Materi yang diberikan meliputi manajemen usaha, tata kelola keuangan sederhana, serta strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk usaha mikro.

Pembekalan tersebut dinilai penting karena pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki keterampilan dalam menghasilkan produk atau memberikan jasa. Mereka juga perlu memahami bagaimana mengelola usaha secara terencana, mengatur keuangan, menentukan strategi pemasaran, serta mengembangkan produk agar mampu bertahan dan bersaing di tengah perkembangan dunia usaha.

Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sidoarjo, Sulistyowati, menyambut baik pelatihan yang diberikan Pemkab Sidoarjo tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi penyandang disabilitas yang selama ini telah menjalankan usaha secara mandiri.

“Tadi saya diajari tentang manajemen tata kelola usaha. Yang kedua kami diajarkan strategi untuk meningkatkan UMKM,” ujar Sulistyowati.

Ia menilai pelatihan seperti ini memiliki manfaat besar karena pelaku usaha dari kalangan penyandang disabilitas membutuhkan dukungan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Tidak hanya dalam bentuk pelatihan, dukungan juga dibutuhkan dalam pengembangan usaha, mulai dari pendampingan, akses permodalan, pemasaran, hingga perluasan jaringan usaha.

Sulistyowati berharap perhatian Pemkab Sidoarjo terhadap penyandang disabilitas yang menjadi pelaku usaha dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, keberadaan program yang berkesinambungan akan membantu pelaku usaha disabilitas meningkatkan kapasitas sekaligus mengembangkan usaha yang telah mereka rintis.

“Harapannya ke depan perhatian dari Pemkab Sidoarjo, khususnya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, kepada teman-teman disabilitas yang mempunyai usaha bisa semakin ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Amad Adi Subhan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif.

Menurut Amad, penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri. Namun, potensi tersebut perlu mendapatkan dukungan yang tepat agar dapat berkembang secara maksimal.

Dukungan itu, kata dia, dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas, akses terhadap permodalan, serta pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

“Penyandang disabilitas memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapatkan akses dan pendampingan yang tepat,” kata Amad.

Ia menjelaskan, penguatan kapasitas pelaku usaha mikro menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan program yang dapat menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan usaha.

Melalui pelatihan tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Program pemberdayaan tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Ke depan, diperlukan pendampingan secara berkelanjutan agar pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari.

Selain meningkatkan kemampuan pelaku UMKM, keberadaan program tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih adil. Penyandang disabilitas diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan melalui usaha yang dijalankan.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga terus didorong untuk membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha disabilitas, baik melalui program pemberdayaan maupun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dengan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas tidak hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan, tetapi juga sebagai bagian penting dari kekuatan ekonomi daerah.

Pelatihan usaha yang digelar di UMKM Center Sidoarjo menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan hal tersebut. Melalui peningkatan keterampilan, manajemen usaha, dan strategi pemasaran, para peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha yang lebih kuat dan berdaya saing.

Pada akhirnya, keterbatasan fisik tidak semestinya menjadi penghalang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan membangun kemandirian ekonomi. Dengan kesempatan, akses, serta pendampingan yang memadai, mereka dapat terus berusaha, menciptakan lapangan aktivitas ekonomi, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Kabupaten Sidoarjo.