Gaya HidupSurabaya

Dari Mimbar ke Kebun Melon, Masjid Al-Akbar Berbagi Manisnya Kebersamaan

×

Dari Mimbar ke Kebun Melon, Masjid Al-Akbar Berbagi Manisnya Kebersamaan

Sebarkan artikel ini
Petugas masjid mengiris melon segar hasil panen dari Green House Masjid Al-Akbar.dan dibagikan kepada para jamaah / Foto : Istimewa.

KaMedia – Suasana berbeda terasa di halaman Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya usai Shalat Jumat. Jika biasanya jamaah langsung beranjak pulang, kali ini banyak yang berkumpul di sekitar pintu 3 masjid. Mereka menanti sesuatu yang sederhana, namun menghadirkan kebahagiaan tersendiri: irisan melon segar hasil panen dari Green House Masjid Al-Akbar.

Di tengah antrean jamaah, Daud, warga Driyorejo, tampak menikmati sepotong melon yang baru diterimanya. Senyum lebar tak bisa disembunyikan saat ia mencicipi buah berwarna cerah itu.

“Manis sekali rasanya. Saya ikut senang kalau Masjid Al-Akbar punya kebun melon sendiri, apalagi hasilnya dibagikan kepada jamaah. Kalau ada panen lagi, saya ingin datang ke sini,” ujarnya.

Kesan serupa disampaikan Wito, jamaah asal Gayungan. Menurutnya, bukan hanya rasa manis yang ia nikmati, tetapi juga semangat berbagi yang terasa begitu dekat dengan masyarakat.

“Benar-benar manis. Semoga panen berikutnya lebih banyak lagi supaya semakin banyak jamaah yang bisa menikmati,” katanya.

Hari itu, ratusan jamaah merasakan hasil panen yang sebelumnya dipetik di kawasan Green House MAS dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Sebanyak 50-an buah melon dibagikan kepada jamaah setelah Shalat Jumat. Jika satu buah menghasilkan sekitar 15 hingga 20 potong, maka total ada sekitar 750 hingga 1.000 irisan melon yang dinikmati bersama.

Humas Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Al-Akbar Surabaya, Helmy M. Noor, mengatakan pembagian melon merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas dari program pertanian masjid.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, pemberdayaan, dan berbagi manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.

Panen kali ini terbilang istimewa. Sebanyak 546 buah melon dari lima varietas berhasil dipanen, yakni Alisha F1, Leoni, Dalmatian, Sweet Hami, dan Inthanon Rz. Hasil tersebut merupakan buah dari inovasi budidaya hidroponik dengan sistem gully trapesium yang diterapkan di Green House MAS.

Metode baru ini membuat masa tanam menjadi lebih singkat. Jika sebelumnya panen hanya bisa dilakukan tiga kali dalam setahun dengan sistem polybag, kini melon dapat dipanen setiap 70 hari atau sekitar 2,5 bulan sekali.

Di balik manisnya melon yang dinikmati jamaah, tersimpan pesan yang lebih besar. Bahwa masjid bukan hanya tempat menenangkan hati, tetapi juga ruang tumbuhnya kepedulian, inovasi, dan kebersamaan. Dari kebun sederhana di sudut kompleks masjid, hadir manfaat yang dapat dinikmati banyak orang—membuktikan bahwa berbagi tidak selalu harus besar, tetapi harus sampai kepada yang merasakan.