HeadlineJatim

Kejar Target Ketangguhan Sekolah: BPBD Jatim dan IGI Gembleng 50 Guru Dalam ToF SPAB 2026

×

Kejar Target Ketangguhan Sekolah: BPBD Jatim dan IGI Gembleng 50 Guru Dalam ToF SPAB 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto menyampaikan, 3.645 sekolah atau sekitar 89,2% masuk dalam kategori kerawanan tinggi bencana. Ironisnya, baru sekitar 2% atau hanya 95 sekolah yang menyentuh pelatihan SPAB / Foto : BPBD Jatim.

KaMedia – Sadar bahwa sebagian besar wilayah sekolah di Jawa Timur berada di zona rawan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim terus tancap gas. Berkolaborasi dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jatim, Kanwil Kemenag Jatim, dan Dinas Pendidikan Jatim, BPBD kembali menggelar Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (ToF SPAB) 2026.

​Acara tatap muka yang berlangsung selama dua hari (Senin–Selasa, 6–7 Juli 2026) di The Southern Hotel, Surabaya ini, merupakan fase lanjutan setelah sebelumnya para peserta digembleng secara daring pada akhir Juni lalu. Sebanyak 50 guru terpilih dari jenjang SMA/SMK/MA yang mewakili 38 kabupaten/kota se-Jatim hadir untuk dicetak menjadi “fasilitator tangguh” di sekolah masing-masing.

​Saat membuka acara pada Senin (6/7/2026), Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, membeberkan data yang cukup mengejutkan sekaligus menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan.

​Dari total 4.088 SMA sederajat yang tersebar di Jawa Timur, sebanyak 3.645 sekolah atau sekitar 89,2% masuk dalam kategori kerawanan tinggi bencana. Ironisnya, baru sekitar 2% atau hanya 95 sekolah yang menyentuh pelatihan SPAB.

​”Angka ini menunjukkan urgensi yang luar biasa. Kita butuh percepatan untuk membangun ketangguhan sekolah. Melalui ToF SPAB ini, kita tingkatkan kapasitas para guru agar mereka bisa langsung mengimplementasikan dan menularkan ilmu kesiapsiagaan ini di sekolah masing-masing,” tegas Gatot di hadapan para peserta dan pejabat yang hadir, termasuk jajaran Kabid BPBD Jatim, Tenaga Ahli Seknas SPAB Kemendikdasmen RI Jamjam Muzakki, serta Ketua IGI Jatim Sukari.

​Apresiasi mendalam datang dari Ketua IGI Jatim, Sukari. Ia sangat menyambut baik konsistensi BPBD Jatim yang rutin menggandeng para guru dalam agenda tahunan ini. Menurutnya, memosisikan guru di garda depan mitigasi bencana adalah langkah yang sangat tepat.

​”Guru adalah ujung tombak proses pendidikan. Dengan bekal materi kebencanaan yang matang dari ToF ini, saya optimis percepatan sekolah tangguh bisa terwujud. Ujung-ujungnya, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya cerdas, tapi juga aman dan nyaman bagi anak didik,” ujar Sukari optimis.

​Selama dua hari, para peserta tidak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka dibekali dengan kurikulum mitigasi yang komprehensif, mulai dari pemahaman peta jalan kebijakan SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif (KRBP), pembentukan Tim Siaga Sekolah, hingga keterampilan krusial seperti Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan simulasi evakuasi bencana.

​Memasuki hari kedua, Selasa (7/7/2026), atmosfer pelatihan menjadi lebih interaktif. Para peserta diajak langsung mengunjungi Taman Edukasi Bencana di markas BPBD Jatim. Di sana, mereka mengeksplorasi berbagai fasilitas pembelajaran kebencanaan yang interaktif.

​Tidak sekadar berkunjung, di area edukasi ini pula para guru langsung ditantang untuk merancang Rencana Tindak Lanjut (RTL). Harapannya, begitu kembali ke daerah asal, mereka tidak pulang dengan tangan kosong, melainkan membawa cetak biru (blueprint) siap pakai untuk menyulap sekolah mereka menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana.