KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin resmi membuka Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat di Pulau Madura Tahun 2026. Program kolaboratif ini diyakini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura.
Pembukaan ditandai melalui upacara Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026 di Alun-Alun Kabupaten Bangkalan, Senin (6/7), yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa percepatan pembangunan hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Ia mengapresiasi komitmen Kodam V/Brawijaya yang selama ini konsisten mendukung pembangunan di Jawa Timur.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat ketika seluruh elemen bangsa bergotong royong. Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Madura menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Khofifah, dipilihnya Pulau Madura sebagai lokasi pelaksanaan program tahun ini didasarkan pada besarnya potensi kawasan tersebut yang masih membutuhkan percepatan pembangunan, terutama di sektor infrastruktur, permukiman, pelayanan dasar, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia optimistis program tersebut akan memberikan dampak berantai (multiplier effect) yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat Madura.
Program Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026 mencakup berbagai pembangunan fisik, antara lain pembangunan 33 jembatan, 52 sumur bor, 20 rumah ibadah, renovasi 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) beserta fasilitas MCK, pembangunan 20 sekolah, serta empat panti asuhan.
Selain pembangunan infrastruktur, program ini juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti operasi katarak dan bibir sumbing, khitan massal, donor darah, pelayanan kesehatan gratis, bakti lingkungan, bantuan mesin irigasi, penanaman 2.000 pohon trembesi, hingga penyaluran kaki palsu dan kursi roda bagi masyarakat yang membutuhkan.
Khofifah menegaskan, peningkatan kualitas hunian melalui renovasi RTLH menjadi salah satu fokus utama program tersebut. Menurutnya, langkah itu sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.
Kerja sama antara Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya dalam program RTLH telah berlangsung sejak 2009. Hingga 2025, kolaborasi tersebut telah merehabilitasi 154.399 unit rumah dengan total anggaran lebih dari Rp1,24 triliun, serta membangun 2.062 jamban keluarga sejak 2019.
Pada Tahun Anggaran 2026, Pemprov Jawa Timur kembali mengalokasikan renovasi 1.700 unit RTLH di 18 Kodim wilayah Kodam V/Brawijaya dengan total anggaran Rp42,5 miliar. Khusus di Pulau Madura, sebanyak 377 unit RTLH akan direnovasi, masing-masing 94 unit di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan, serta 95 unit di Sumenep.
“Kolaborasi panjang ini membuktikan bahwa sinergi Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya tidak hanya memperbaiki rumah masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesehatan, rasa aman, dan kualitas hidup keluarga penerima manfaat,” tegas Khofifah.
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin menyatakan bahwa Karya Bakti Skala Besar merupakan wujud nyata pengabdian TNI dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan dan mengatasi berbagai persoalan masyarakat.
“Kami hadir untuk membantu pemerintah daerah mengatasi kesulitan masyarakat. Program di Madura ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan pengabdian nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Usai pembukaan, Gubernur Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya meninjau layanan bakti sosial kesehatan yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah, Posko Karya Bakti Skala Besar, serta stan UMKM. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelepasan karnaval yang diikuti 13 kelompok peserta, mulai dari pelajar, komunitas sepeda antik, hingga kelompok musik ul-daul yang mengelilingi Alun-Alun Bangkalan.











