KaMedia– Persida Sidoarjo langsung mengirim pesan tegas di laga perdana Babak 32 Besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Jenggolo, Senin (5/1/2026), Laskar Jenggolo tampil dominan dan membungkam Akor FC Jombang dengan skor meyakinkan 3-0.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persida bermain agresif dan menekan. Gol pembuka lahir cepat pada menit ke-8 melalui Moch. Alex Sandro yang memanfaatkan celah di lini belakang Akor FC. Keunggulan itu membuat Persida kian percaya diri menguasai jalannya laga.
Tekanan berkelanjutan kembali membuahkan hasil di menit ke-39. Alex Sandro kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0 hingga turun minum.
Di babak kedua, Persida tak mengendurkan intensitas. Permainan disiplin dan kolektif membuat Akor FC kesulitan mengembangkan permainan. Menjelang laga berakhir, Aldii Setya Wicaksono memastikan kemenangan Persida lewat gol ketiga yang menutup laga dengan skor telak 3-0.
Kemenangan ini mengantarkan Persida mengoleksi tiga poin perdana di Grup GG, menyamai raihan Persinga Ngawi yang sebelumnya juga menang atas PSBI Kabupaten Blitar. Persaingan grup pun langsung memanas sejak matchday pertama.
Pelatih Persida, Kodari Amir, mensyukuri kemenangan tersebut namun menegaskan timnya belum sepenuhnya sempurna. Ia menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama koordinasi antar lini.
“Alhamdulillah, hasil ini jadi modal awal yang baik. Tapi kami masih perlu pembenahan, terutama organisasi permainan antar lini. Dukungan Pak Bupati hari ini memberi motivasi lebih bagi pemain,” ujar Kodari usai pertandingan.
Dukungan penuh memang datang dari Bupati Sidoarjo, Subandi, yang hadir langsung di Stadion Jenggolo. Tak hanya memberi semangat dari tribun, Bupati Subandi juga memberikan bonus kemenangan sebesar Rp10 juta sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras tim.
Manajer Persida, Puji Darjo, mengingatkan tim agar tidak cepat puas. Menurutnya, laga-laga berikutnya justru akan semakin berat, terutama saat menghadapi Persinga Ngawi yang juga mengincar puncak klasemen.
“Ini baru langkah awal. Masih ada dua pertandingan penting. Target kami jelas, juara grup dan naik kelas ke Liga 3. Dukungan Pak Bupati menjadi energi besar bagi tim dan Askab PSSI Sidoarjo,” tegas Puji Darjo.
Di sisi lain, Puji Darjo juga menyoroti pelanggaran regulasi terkait kehadiran suporter tim tamu. Sesuai aturan yang telah disepakati, hanya suporter tuan rumah yang diperbolehkan hadir di stadion. Kehadiran suporter Persinga Ngawi di Stadion Jenggolo dinilai berpotensi menimbulkan sanksi bagi panitia pelaksana.
“Kalau sampai terjadi insiden, panpel bisa kena sanksi dan denda dari Asprov PSSI Jatim. Ini harus jadi perhatian bersama,” katanya.
Persida kini bersiap menghadapi laga krusial melawan Persinga Ngawi pada 7 Januari 2026. Duel dua tim dengan poin sama ini diprediksi menjadi penentu peta persaingan Grup GG dan ujian sesungguhnya bagi ambisi Laskar Jenggolo melangkah lebih jauh di Liga 4.











