EkonomiHeadlineJatim

Buruh Kepung Pendopo Sidoarjo, Tuntutan Lama Kembali Menggema di May Day 2026

×

Buruh Kepung Pendopo Sidoarjo, Tuntutan Lama Kembali Menggema di May Day 2026

Sebarkan artikel ini
Para buruh kembali menyuarakan aspirasinya dalam May Day yang berlangsung di Sidoarjo / Foto : Fifin Jun.

KaMedia — Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja memadati kawasan Pendopo Alun-Alun Sidoarjo dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5). Lautan manusia itu bergerak dengan satu suara: menagih janji dan memperjuangkan hak yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.

Sejak pagi, massa menggelar aksi long march sambil berorasi di sepanjang jalan protokol. Mereka menyuarakan tuntutan klasik yang kembali mencuat setiap tahun, mulai dari pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan hingga penghapusan sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja.

Perwakilan serikat buruh, Choirul Anam dari Federasi Serikat Pekerja Kahutindo, menegaskan bahwa isu outsourcing masih menjadi persoalan utama.

“Buruh tetap menuntut pembatasan outsourcing. Bahkan kami mendesak agar sistem ini segera dihapus,” tegasnya di hadapan massa.

Tak hanya isu nasional, buruh Sidoarjo juga membawa tuntutan lokal. Mereka meminta adanya afirmasi bagi anak-anak buruh, khususnya dalam kemudahan akses pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Selain itu, janji pemerintah provinsi terkait Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Pesangon turut ditagih dalam momentum tersebut.

Di tengah gelombang massa, Bupati Sidoarjo, Subandi, hadir langsung menemui para buruh. Ia bahkan terlihat menembus kerumunan dan berdialog hangat dengan peserta aksi di area pendopo.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah memfasilitasi keberangkatan 17 bus buruh menuju Jakarta. Semoga perjalanan berjalan lancar dan selamat sampai tujuan,” ujarnya.

Subandi juga menegaskan komitmennya untuk mengawal tuntutan lokal, termasuk memastikan perhatian terhadap kesejahteraan keluarga buruh, khususnya akses pendidikan bagi anak-anak mereka.

Aksi May Day di Sidoarjo tahun ini kembali menjadi pengingat bahwa perjuangan buruh belum usai. Di tengah janji dan respons pemerintah, para pekerja berharap suara mereka tak sekadar didengar, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Tag:
Penulis: Fifin JunaidiEditor: Wannara Putra