JatimOlahraga

Liga 4 Jatim: Persida Tersingkir Di Tengah Kontroversi, PSMP Melaju Ke 8 Besar Meski Dikerjai

×

Liga 4 Jatim: Persida Tersingkir Di Tengah Kontroversi, PSMP Melaju Ke 8 Besar Meski Dikerjai

Sebarkan artikel ini
PS MP Mojokerto meski hanya runner up, lolos 8 besar Liga 4 Jatim. / Foto : Agus.

KaMedia – Babak 16 Besar Liga 4 Kopi Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025–2026 resmi berakhir Jumat (23/1). Namun, kisah yang tertinggal dari Grup KK bukan sekadar soal skor, melainkan cerita tentang nasib getir Persida Sidoarjo dan nasib baik PSMP Mojokerto yang lahir dari perjuangan keras di tengah tekanan non-teknis.

Grup KK yang digelar di Stadion Jember Sport Garden dihuni tuan rumah Persid Jember, Perseba Bangkalan, PSMP Mojokerto, dan Persida Sidoarjo. Sejak laga awal, atmosfer kompetisi disebut sarat kontroversi, terutama dalam pertandingan yang melibatkan tim tuan rumah.

Pada laga pembuka 19 Januari 2026, Persida Sidoarjo harus mengakui kemenangan Persid Jember dengan skor 1–2. Namun kekalahan itu tak berhenti di atas lapangan. Bus yang ditumpangi pemain Persida dilaporkan dilempari suporter saat perjalanan kembali ke hotel, meski Persid sudah memastikan kemenangan.

“Dengan kondisi non-teknis seperti itu, Persid Jember akhirnya tidak terkalahkan dari tiga pertandingan dan keluar sebagai juara grup,” ujar Wakil Ketua Askab PSSI Sidoarjo, Yahdar Umar Balhamar, Sabtu (24/1).

Nasib serupa juga dialami PSMP Mojokerto. CEO PSMP Raja Siahaan menyebut timnya merasakan kepemimpinan wasit yang dinilai tidak adil saat menghadapi Persid Jember. PSMP sempat bermain imbang 0-0 melawan Perseba Bangkalan, lalu kalah tipis 1–2 dari Persid.

“Sejak awal pertandingan, kami merasa dikerjai. Banyak keputusan wasit yang merugikan,” kata Raja.

Namun, di tengah tekanan dan situasi yang tidak ideal, PSMP justru menemukan jalannya. Pada laga terakhir grup, PSMP menghadapi Persida Sidoarjo dalam duel hidup-mati. Meski harus bermain dengan 10 pemain, PSMP tampil pantang menyerah dan berhasil menundukkan Persida dengan skor 2–1.

Kemenangan itu menjadi titik balik. PSMP finis sebagai runner-up Grup KK, mengunci tiket ke babak 8 besar, menemani Persid Jember sebagai juara grup.

Bagi PSMP, kelolosan ini menjadi simbol ketahanan mental dan keberuntungan yang berpihak pada tim yang bertahan hingga akhir. Sebaliknya, bagi Persida Sidoarjo, kompetisi ini meninggalkan kisah pahit, tersingkir lebih awal, diwarnai kekalahan, tekanan non-teknis, hingga insiden di luar lapangan.

“Ini bukan hanya soal hasil, tapi juga soal bagaimana kompetisi dijalankan,” pungkas Raja Siahaan, yang juga disebut sebagai calon Ketua Asprov PSSI Jawa Timur.

Babak 16 besar telah usai. PSMP melangkah ke fase berikutnya dengan harapan baru, sementara Persida harus pulang dengan luka dan tanda tanya besar tentang wajah fair play di Liga 4 Jawa Timur.