KaMedia – Langkah besar di sektor kesehatan kembali dihadirkan di Kota Malang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Grand Paviliun di RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA), menghadirkan layanan medis modern dengan standar global.
Didampingi Sri Untari Bisowarno, Wahyu Hidayat, dan Direktur RSSA Mochamad Bachtiar Budianto, peresmian ini menjadi simbol penguatan layanan kesehatan terintegrasi di Jawa Timur.
Grand Paviliun berdiri megah dengan tujuh lantai dan luas 15.000 meter persegi. Menariknya, pembangunan senilai hampir Rp150 miliar ini sepenuhnya dibiayai dari pendapatan mandiri rumah sakit—tanpa dana APBD maupun APBN.
Fasilitas ini dilengkapi 77 tempat tidur dan didukung lebih dari 200 tenaga medis, termasuk dokter spesialis dan subspesialis. Seluruh layanan dirancang dalam satu sistem terpadu (one stop service), mulai dari pemeriksaan, tindakan operasi, hingga farmasi—semua dalam satu gedung.
“Ini kita siapkan untuk layanan kelas middle up. Supaya masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri,” tegas Khofifah.
Dengan konsep terintegrasi, pasien tidak perlu berpindah gedung untuk menjalani tindakan medis. Proses menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien—setara dengan layanan rumah sakit internasional.
Tak hanya itu, RSSA juga diperkuat dengan laboratorium terintegrasi berteknologi tinggi, termasuk sistem robotik yang mampu mendeteksi bakteri dan virus secara cepat dan akurat. Fasilitas ini menjadikan RSSA sebagai salah satu rujukan utama di Jawa Timur.
Khofifah bahkan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas dalam negeri.
“Tidak usah ke Singapura atau Malaysia, ke sini saja,” ujarnya optimistis.
Di sisi lain, Pemprov Jawa Timur terus mendorong inovasi di seluruh rumah sakit, termasuk melalui sistem konsolidasi pengadaan alat kesehatan dan obat. Langkah ini dinilai mampu menekan biaya sekaligus menjamin ketersediaan layanan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut positif kehadiran Grand Paviliun. Ia menilai fasilitas ini akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memberi kenyamanan lebih bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur RSSA, Bachtiar, menyebut Grand Paviliun sebagai tonggak baru transformasi rumah sakit. Selain meningkatkan layanan, fasilitas ini juga menjadi strategi keberlanjutan operasional.
Sejak beroperasi pada 2025, Grand Paviliun telah melayani ribuan pasien menunjukkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan premium di dalam negeri.
Dengan hadirnya fasilitas ini, Jawa Timur semakin mantap melangkah menuju layanan kesehatan berkelas dunia di mana masyarakat tak lagi harus pergi jauh untuk mendapatkan pelayanan terbaik.











