Gaya HidupHeadlinePemerintahanSidoarjo

Menghidupkan Sudut Mati Jenggolo: Saat Lahan Terbengkalai Sidoarjo Bersolek Jadi Taman ’90 Derajat’

×

Menghidupkan Sudut Mati Jenggolo: Saat Lahan Terbengkalai Sidoarjo Bersolek Jadi Taman ’90 Derajat’

Sebarkan artikel ini
Nama "Taman 90 Derajat" bukan sekadar bumbu pemanis. Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DLHK Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi, mengungkapkan bahwa taman ini memuat representasi komitmen kuat pemerintah daerah dalam menata ruang publik / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Bagi warga Sidoarjo yang kerap melintasi kawasan Jenggolo, sudut di sekitar flyover mungkin dulunya hanyalah sepotong sisa ruang kota yang menjemukan. Lahan kosong yang tak terawat, gersang, dan kerap luput dari pandangan. Namun belakangan ini, ada yang berbeda saat melintasi kawasan tersebut. Sudut yang dulunya mati, kini perlahan mulai bernapas kembali.

​Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) sedang gencar mengubah wajah kota. Lahan-lahan tidur yang sebelumnya terbengkalai kini “dibangunkan” secara estetis. Salah satu mahakarya terbarunya adalah transformasi lahan di sekitar Flyover Jalan Jenggolo yang kini disulap menjadi ruang publik hijau bernama Taman 90 Derajat.

​Nama “Taman 90 Derajat” bukan sekadar bumbu pemanis. Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DLHK Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi, mengungkapkan bahwa taman ini memuat representasi komitmen kuat pemerintah daerah dalam menata ruang publik.

​Di balik sudutnya yang presisi, taman ini dirancang untuk menyatukan tiga fungsi utama secara seimbang: ekologis, sosial, dan estetika.

​”Taman ini menjadi representasi komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menyediakan ruang publik yang tidak hanya memperindah kota, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Vira.

​Melalui sentuhan lansekap yang lebih tertata, tempat yang dulunya gersang kini menjadi paru-paru mini baru yang siap menyaring polusi di tengah padatnya arus lalu lintas Jenggolo.

​​Perubahan mencolok ini langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama para pelaju yang setiap hari melintasi jalur sibuk tersebut. Begitu matahari tenggelam, wajah Taman 90 Derajat berubah menjadi lebih magis. Lampu-lampu hias yang dipasang di sekitar area Jenggolo mulai menyala, memendarkan cahaya yang memanjakan mata pengendara yang lewat.

​Beberapa warga yang melintas mengaku menyambut hangat kehadiran oase baru ini. Sudut yang dulu dihindari karena gelap dan sepi, kini bertransformasi menjadi salah satu spot ikonik baru di Sidoarjo yang estetik.

​Gerakan menyulap lahan terbengkalai menjadi taman kota ini menjadi bukti nyata bahwa estetika kota tidak harus selalu dibangun dari nol dengan biaya selangit. Kadang, yang dibutuhkan hanyalah kepedulian untuk melihat potensi di sudut-sudut yang terlupakan, seperti yang kini terjadi di bawah kokohnya Flyover Jenggolo.