KaMedia – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh panitia kegiatan Agustusan. Panitia diminta memastikan seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan berlangsung meriah, namun tetap menjunjung kebersamaan dan tidak membebani masyarakat.
Imbauan tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi pada Rabu (6/8/2026), sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Salah satu poin yang ditekankan adalah larangan bagi panitia menetapkan target nominal sumbangan maupun melakukan penarikan iuran dengan cara memaksa.
Subandi menegaskan, semangat memperingati kemerdekaan harus dibangun melalui kegembiraan dan gotong royong, bukan justru menimbulkan tekanan bagi warga.
” Kita ingin peringatan kemerdekaan berjalan meriah, tapi tetap guyub dan tidak memberatkan warga. Karena itu saya imbau, sumbangan Agustusan harus sukarela. Dilarang ada target dan dilarang memaksa,” tegas Subandi.
Menurutnya, kegiatan Agustusan merupakan momentum untuk memperkuat persatuan dan rasa kebersamaan antarmasyarakat. Karena itu, setiap kegiatan yang digelar hendaknya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan warga di lingkungan masing-masing.
Subandi tidak melarang masyarakat menggelar berbagai kegiatan untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI. Lomba-lomba tradisional, pentas seni, hingga karnaval tetap dapat dilaksanakan selama penyelenggaraannya dilakukan secara tertib dan tidak menimbulkan keresahan.
“Agustusan tetap boleh meriah. Jangan ada paksaan dan tekanan. Dikondisikan oleh kemampuan. Lomba, karnaval silakan. Tapi iurannya harus ikhlas dan Agustusan bisa dirayakan secara bersama,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan seluruh panitia agar mengedepankan prinsip transparansi dalam pengelolaan dana kegiatan. Setiap dana yang terkumpul dari masyarakat harus dicatat dengan baik dan dilaporkan secara terbuka kepada warga.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman terkait penggunaan dana kegiatan Agustusan.
” Yang paling penting ada keterbukaan. Berapa yang terkumpul, digunakan untuk apa, semuanya harus jelas dan bisa diketahui masyarakat,” pesan Subandi.
Pemkab Sidoarjo berharap perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi ruang bagi masyarakat untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong. Kemerdekaan, kata Subandi, tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga melalui sikap saling menghargai dan tidak membebani sesama.
Imbauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Sidoarjo menjaga kondusivitas wilayah selama bulan Agustus. Terlebih, Sidoarjo memiliki identitas kuat sebagai Kota Santri, sehingga setiap bentuk perayaan diharapkan tetap memperhatikan ketertiban, kesopanan, serta nilai-nilai sosial dan keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Kebijakan serupa juga terlihat dalam penertiban penggunaan sound horeg yang diterapkan Pemkab Sidoarjo selama bulan Agustus. Penertiban tersebut diarahkan untuk menjaga kenyamanan masyarakat dan memastikan kegiatan perayaan kemerdekaan tidak berubah menjadi sumber gangguan lingkungan.
Subandi menekankan bahwa pemerintah tidak bermaksud membatasi kreativitas masyarakat dalam merayakan kemerdekaan. Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan semangat perayaan tetap berada dalam koridor kebersamaan.
” Silakan masyarakat berkreasi dan merayakan kemerdekaan. Yang kita jaga adalah jangan sampai ada warga yang merasa terbebani atau terganggu. Kemerdekaan harus dirasakan bersama, bukan hanya oleh sebagian masyarakat,” katanya.
Dengan imbauan tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap seluruh panitia Agustusan dapat menjadi penggerak kegiatan yang positif di lingkungannya masing-masing. Perayaan HUT ke-81 RI diharapkan tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, kerukunan, dan kepedulian sosial.
Pada akhirnya, semangat kemerdekaan bukan semata tentang seberapa besar sebuah perayaan digelar. Lebih dari itu, kemerdekaan menjadi momentum untuk merawat persatuan dan memastikan setiap warga dapat ikut merayakannya dengan rasa senang, sukarela, dan tanpa tekanan.











