HeadlineJatim

Gubernur Khofifah Lepas 1.537 Kontingen Pramuka Jatim ke Jambore Nasional XII: Pererat Persaudaraan, Perkuat Persatuan dan Kobarkan Semangat Nasionalisme

×

Gubernur Khofifah Lepas 1.537 Kontingen Pramuka Jatim ke Jambore Nasional XII: Pererat Persaudaraan, Perkuat Persatuan dan Kobarkan Semangat Nasionalisme

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas 1.537 anggota Kontingen Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur. Pelepasan berlangsung di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (6/8), ditandai dengan penyerahan Bendera Kontingen dan penyematan atribut kepada perwakilan peserta.

Keikutsertaan Kontingen Jawa Timur pada Jamnas XII diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan nasional bagi anggota Pramuka, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk karakter, mengasah kepemimpinan, memperkuat integritas, menumbuhkan kemandirian, serta memperkokoh semangat kebangsaan generasi muda.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur mengapresiasi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur beserta seluruh jajaran yang telah mempersiapkan kontingen secara maksimal.

” Seluruh kontingen Jawa Timur, baik yang hadir di halaman Gedung Negara Grahadi maupun yang mengikuti pelepasan secara daring, adalah duta Jawa Timur. Alhamdulillah, tahun ini lebih dari 1.500 anggota kontingen siap mengikuti Jambore Nasional XII di Cibubur,” ujar Khofifah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur atas dedikasi dalam membina dan mempersiapkan para peserta.

Menurut Khofifah, Jambore Nasional merupakan momentum strategis untuk mempertemukan generasi muda dari seluruh penjuru Indonesia dalam semangat persaudaraan, memperkuat persatuan di tengah keberagaman, sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme sebagai fondasi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

“Jambore Nasional adalah momentum strategis bagaimana pandu di negeri ini bergandengan tangan membangun persaudaraan, menguatkan persatuan, meneguhkan napas nasionalisme, serta memperkuat integritas sebagai sebuah bangsa,” katanya.

Lebih lanjut, Khofifah menilai Jamnas XII Tahun 2026 memiliki makna yang semakin istimewa karena berlangsung bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni pada 13–20 Agustus 2026. Momentum tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk semakin menggelorakan semangat heroisme, cinta tanah air, dan pengabdian kepada bangsa.

” Ini adalah misi besar yang kita jalankan di tengah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena di antara pelaksanaan Jambore Nasional terdapat 17 Agustus, maka semangat heroisme, nasionalisme, persatuan, dan kesatuan harus benar-benar kita pegang teguh,” tegasnya

Khofifah juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan Jambore Nasional untuk memperluas jejaring persaudaraan lintas daerah serta memperkuat budaya gotong royong sebagai modal utama menjaga keutuhan bangsa.

“Bangun persaudaraan untuk membangun NKRI, bangun persatuan untuk menguatkan NKRI, dan bangun kegotongroyongan untuk menjaga NKRI. Menjaga NKRI adalah tugas kita semua, apa pun profesi, dari daerah mana pun kita berasal. Ini adalah tugas yang sangat mulia,” ujarnya.

Menurut Khofifah, interaksi yang terjalin selama Jambore Nasional akan menjadi pengalaman berharga bagi para peserta untuk memperluas wawasan, memperkaya perspektif, sekaligus menguatkan implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika.

“Biasanya dalam pertemuan sebesar Jambore Nasional, para pandu dari berbagai daerah memanfaatkan kesempatan untuk memperluas persaudaraan dan bertukar pengalaman hingga larut malam. Karena itu, tetap jaga kesehatan,” pesannya.

Ia pun mengingatkan seluruh kontingen agar menjaga kesehatan, stamina, disiplin, dan kekompakan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sehingga mampu menampilkan performa terbaik sekaligus membawa nama baik Jawa Timur.

“Jaga kesehatan, jaga stamina, dan jaga kekompakan. Bawalah nama Jawa Timur, Bumi Majapahit yang menyemai persaudaraan, Bhinneka Tunggal Ika, dan menjadi referensi bagi bangsa Indonesia,” pesannya.

Khofifah menitipkan pesan kepada para pembina dan pimpinan kontingen agar terus mendampingi seluruh peserta sehingga mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik serta menampilkan karakter Pramuka Jawa Timur yang santun, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan.

“Tolong seluruh kontingen dijaga. Jawa Timur adalah bagian dari referensi Bumi Majapahit yang menyemai kebhinekaan dalam napas keindonesiaan untuk menguatkan NKRI. Jawa Timur harus menjadi referensi bagi Pramuka Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur H.M. Arum Sabil menjelaskan, Kontingen Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang diberangkatkan pada Jambore Nasional XII Tahun 2026 berjumlah 1.537 orang. Jumlah tersebut termasuk 16 peserta Pramuka Berkebutuhan Khusus beserta 12 orang pembina pendamping.

Selain mengirimkan kontingen, Jawa Timur juga akan menghadirkan anjungan daerah sebagai etalase budaya yang menampilkan kekayaan seni, tradisi, serta berbagai potensi unggulan Bumi Majapahit kepada peserta dari seluruh Indonesia.

“Dari Bumi Majapahit, mari kita antarkan tunas bangsa menuju Bumi Perkemahan Cibubur dengan membawa kebanggaan dan kehormatan sebagai Kwartir Jawa Timur. Berangkatlah sebagai duta terbaik Jawa Timur, tinggalkan jejak akhlak, persaudaraan, dan prestasi, karena Pramuka hari ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan,” pungkasnya.