HeadlineJatim

Jatim Mantapkan Kesiapsiagaan Bencana, Gelar Peralatan 2026 Resmi Digelar di Pacitan

×

Jatim Mantapkan Kesiapsiagaan Bencana, Gelar Peralatan 2026 Resmi Digelar di Pacitan

Sebarkan artikel ini
Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur 2026 resmi dibuka di Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Selasa (21/7/2026) / Foto : Humas BPBD Jatim

KaMedia – Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur 2026 resmi dibuka di Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Selasa (21/7/2026). Pembukaan ditandai dengan pelepasan 500 tukik dan satu penyu dewasa sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Usai pelepasan tukik, pembukaan resmi dilakukan melalui pemukulan gong oleh Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. Bobby Soemiarsono bersama Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana, Deputi Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan, serta Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto.

Kegiatan ini turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Pacitan, jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jatim, serta seluruh Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan apresiasi kepada BPBD Jatim dan BNPB yang telah mempercayakan Pacitan sebagai tuan rumah Gelar Peralatan tahun ini. Menurutnya, kepercayaan tersebut sangat relevan karena Pacitan merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, kekeringan, hingga tsunami.

“Semoga dipilihnya Pacitan sebagai lokasi gelar peralatan tahun ini semakin meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana sekaligus memperkuat kolaborasi penanggulangan bencana antar-daerah di Jawa Timur,” ujarnya.

Deputi Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan menilai Gelar Peralatan yang telah memasuki tahun ketiga ini menjadi bukti nyata kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Ia bahkan menyebut kegiatan tersebut layak menjadi role model bagi pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi lain, terutama dalam membangun klaster logistik kebencanaan yang andal.

“Klaster logistik memiliki peran yang sangat penting dalam tanggap darurat karena mampu meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan melalui penguatan personel dan peralatan penanggulangan bencana,” katanya.

Menurut Lilik, kesiapan tersebut menjadi semakin penting mengingat adanya potensi kekeringan panjang yang telah diperkirakan BMKG sebagai dampak El Nino.

“Dengan kegiatan ini, antisipasi dampak kekeringan, termasuk penyiapan truk tangki untuk distribusi air bersih kepada masyarakat, akan semakin siap,” terangnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai keterlibatan aktif BPBD kabupaten/kota se-Jawa Timur menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas daerah, baik dari sisi logistik, peralatan, maupun sumber daya manusia.

“Gelar Peralatan tidak boleh hanya menjadi ajang memamerkan peralatan, tetapi harus menjadi momentum memastikan seluruh peralatan benar-benar siap digunakan, sesuai kebutuhan, dan dapat dimobilisasi secara cepat saat terjadi bencana,” tegasnya.

Plh. Sekdaprov Jatim Dr. Bobby Soemiarsono menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana tidak lagi semata-mata diukur dari banyaknya aset atau kelengkapan peralatan yang dimiliki.

“Keberhasilan penanggulangan bencana ditentukan oleh seberapa cepat informasi diterima, sekuat apa koordinasi dibangun, secepat apa keputusan diambil, dan sebanyak apa masyarakat yang dapat terlindungi,” ujarnya.

Karena itu, Bobby berharap Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Jatim 2026 menjadi momentum memperkuat kapasitas kebencanaan melalui lahirnya berbagai inovasi, penguatan jejaring kerja sama, serta komitmen bersama mewujudkan Jawa Timur yang semakin tangguh, adaptif, dan siap menghadapi meningkatnya risiko bencana.