KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi Swaniti Initiative di Gedung Negara Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pertemuan tersebut membahas pengembangan energi terbarukan, percepatan ekonomi hijau, serta rencana pembentukan konsorsium sektor swasta melalui program Meridian Collective.
Khofifah menegaskan Jawa Timur terbuka untuk memperkuat kolaborasi global guna mempercepat transisi energi dan mendukung target net zero emission.
“Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat target menuju Net Zero Emission 2060,” kata Khofifah.
Ia menyebut percepatan target hingga 2050 masih sangat mungkin dicapai apabila pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional bergerak bersama. Menurut Khofifah, Jawa Timur telah menjalankan sejumlah program strategis untuk mendukung transisi energi. Di antaranya pembangunan PLTB Wongsorejo Banyuwangi berkapasitas 50 MW, pengembangan PLTS atap bagi pelanggan dan institusi, serta pemberian insentif pajak 0 persen bagi kendaraan listrik.
Selain itu, berbagai program mitigasi perubahan iklim juga terus didorong, seperti program mangrove lestari, pengelolaan sampah terpadu, rehabilitasi kawasan pesisir, hingga penguatan sektor pertanian.
Gubernur Khofifah menilai inisiatif Swaniti melalui program Meridian Collective sejalan dengan arah kebijakan pembangunan rendah karbon di Jawa Timur.
“Program ini sangat baik. Ke depan perlu dirumuskan lebih konkret agar kolaborasi yang dilakukan benar-benar berdampak pada ekonomi hijau, ketahanan iklim, dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menambahkan, kerja sama internasional menjadi peluang penting bagi pengembangan energi terbarukan di daerah.
Menurutnya, keterlibatan Jawa Timur dalam berbagai forum global membuka peluang transfer teknologi dan dukungan pembiayaan bagi proyek energi bersih.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan mitra internasional akan mempercepat proyek energi terbarukan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau,” kata Emil.
Sementara itu CEO Swaniti Initiative Rwitwika Bhattacharya mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong transisi energi dan pembangunan rendah karbon.
Menurutnya, kepemimpinan Jawa Timur dalam isu energi terbarukan menjadi faktor penting untuk menarik investasi hijau dari berbagai mitra internasional.
Ia juga mengungkapkan rencana pembentukan konsorsium sektor swasta untuk memperkuat implementasi proyek energi terbarukan, meningkatkan efisiensi teknologi, serta memperluas akses pembiayaan.
“Kolaborasi ini diharapkan memastikan proyek berjalan terintegrasi, memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dan mempercepat terwujudnya ekonomi hijau di Jawa Timur,” ujarnya.











