EkonomiHeadlineJatimPemerintahan

Gubernur Khofifah Buka Pasar Murah di Pasuruan dan Sidoarjo, Harga Beras hingga Minyak di Bawah Pasaran

×

Gubernur Khofifah Buka Pasar Murah di Pasuruan dan Sidoarjo, Harga Beras hingga Minyak di Bawah Pasaran

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah mengatakan, pasar murah menjadi salah satu instrumen strategis Pemprov Jatim untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah dinamika harga pangan / Foto : Pemprov Jatim.

KaMedia – Ratusan warga menyerbu Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kota Pasuruan, Rabu (5/8/2026), dan Porong, Sidoarjo, Jumat (7/8/2026).

Warga, yang mayoritas ibu rumah tangga, bahkan telah memadati lokasi sebelum kegiatan dimulai. Mereka antre untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disambut warga yang telah mengantre sejak siang. Khofifah menyapa warga sekaligus memastikan pelaksanaan pasar murah berjalan tertib agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan mudah.

Pasar Murah di Kota Pasuruan merupakan pelaksanaan ke-91, sedangkan di Porong, Sidoarjo, menjadi pelaksanaan ke-92 yang digelar Pemprov Jatim.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.

Sejumlah komoditas pangan strategis dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beras premium dibanderol Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Selain itu, telur ayam ras dijual Rp20.000 per kemasan. Bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.

Masyarakat juga dapat membeli Beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp55.000 per sak. Harga tersebut lebih murah dibandingkan harga di pasaran yang berkisar Rp65.000-Rp67.000 per sak.

Gubernur Khofifah mengatakan, pasar murah menjadi salah satu instrumen strategis Pemprov Jatim untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah dinamika harga pangan.

Menurut dia, pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan melalui kebijakan makro, tetapi perlu disertai intervensi langsung yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

” Pasar Murah ini terus kami lakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, pasar murah juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, memperlancar distribusi pangan, serta mengantisipasi gejolak harga komoditas strategis.

” Pengendalian inflasi harus dilakukan secara kolaboratif dan berkesinambungan. Melalui Pasar Murah, kami berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar,” ujarnya.

Khofifah menegaskan, pengendalian inflasi membutuhkan sinergi pemerintah, BUMN, pelaku usaha, hingga pemerintah kabupaten/kota.

Pemprov Jatim, lanjut dia, akan terus memperluas pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan perkembangan harga pangan di lapangan.

“InsyaAllah, Pasar Murah akan terus kami gencarkan sebagai bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.