KaMedia – Konser Nicky Astria Meets Atiek CB di Balai Sarbini Jumat ( 11/10/2024 ) yang membius ribuan penggemarnya, resonansinya sampai ke Surabaya. Atiek CB yang mengawali karier di Surabaya setidaknya mampu membawa gaya khas Suroboyoan dengan ” Cablak ” nya yang memberi warna tersendiri dalam konser duo lady rocker tersebut.
Heri Lentho seniman kondang Surabaya mengapresiasi konser tersebut. Menurut seniman yang juga maestro musik tradisional tersebut, konser kolaborasi musisi rocker papan atas tersebut menjadi potret kembalinya
dunia bisnis ekonomi kreatif khususnya seni pertunjukan. Heri yakin bahwa akan ada resonansinya hingga Kota Surabaya.
” Konser ini menjadi sebuah potret dunia bisnis ekonomi kreatif dbidang seni pertunjukan yang mampu berkontribusi bertumbuhnya ekonomi dan kreatifitas musik di Surabaya ” ujar Heri Lentho.
Dalam konser yang juga dihadiri banyak musisi era 90 seperti Ian Antono, Ahmad Albar, Ikang Fawsi hingga Vina Panduwinata dan Reza Arthamivea tersebut, juga menarik minat generasi sekarang untuk menyaksikan. Bahkan tampilan dua lady rocker legend tersebut juga viral di plafrom media sosial.
Heri Lentho melihat hal ini sebagai ide kreatif keduanya . Heri memaparkan, Atiek CB yang sangat kental dengan logat Suroboyoannya mampu memantik gelak tawa ribuan penonton di Balai Sarbini. Mendadak Atiek CB menjadi bintang dan mulai digandrungi kawula muda yang senang dengan karakter apa adanya dari sosok Atiek CB.
” Generasi sekarang memorinya banyak dipengaruhi sosial media, Atiek CB dengan konten gimiknya masuk dalam lingkaran budaya viralisasi, sehingga Atiek mampu menjadi bintang dan idola anak sekarang ” papar Heri Lentho.
Dalam konser yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, Atiek CB melantunkan tembang lawas yang melambungkan namanya diblantika musik nasional. Meski generasi sekarang tak mengalami saat lagu tersebut menjadi hits, namun mereka menikmatinya dan terbuai dengan nostalgia Atiek CB.
Heri Lentho melihat ini sebagai sebuah konsep daur ulang, dengan memviralkan lagu hits lama Dan ini menjadi jurus baru dalam eksposur potensi karya seni pertunjukan saat ini.
Heri Lentho juga menyampaikan apresiasi atas konser tersebut dan berharap bahwa proses berkesenian di Jakarta dan Surabaya kelak bisa menyatu dalam sebuah kolaborasi besar atas nama seni pertunjukan.
“Inspirasi mengkolaborasikan musik dan tari sudah kita lakukan dalam memperingati Hari Musik Indonesia. Harapannya, industri musik turut berkolaborasi untuk mewujudkan mahakarya dari karya masterpiece arek Suroboyo dalam balutan seni pertunjukan kolaboratif ” pungkas Heri Lentho.











