EkonomiNasional

Dunia Bergejolak, OJK Tetap Tenang: Seberapa Kuat Tahan Guncangan?

×

Dunia Bergejolak, OJK Tetap Tenang: Seberapa Kuat Tahan Guncangan?

Sebarkan artikel ini

KaMedia -;Di saat dunia diliputi ketegangan geopolitik yang kian memanas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) justru mengirim pesan yang menenangkan: sektor jasa keuangan Indonesia disebut masih kokoh berdiri.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Maret 2026. Dengan nada tegas, perempuan yang akrab disapa Kiki itu memastikan bahwa stabilitas tetap terjaga, meski tekanan global terus meningkat.

” Stabilitas jasa keuangan sejauh ini masih aman ” ujar Kiki.

Namun di luar negeri, cerita yang berkembang jauh dari kata tenang.

Konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, kembali memicu lonjakan harga energi dan mengguncang pasar keuangan global. Situasi ini memaksa Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mengoreksi proyeksi ekonomi dunia yang sebelumnya lebih optimistis.

Dampaknya merembet ke mana-mana. Bank-bank sentral global kini kehilangan ruang gerak. Kebijakan suku bunga tinggi yang semula diharapkan segera berakhir, justru berpotensi bertahan lebih lama.

Di Amerika Serikat, tekanan ekonomi belum mereda. Inflasi masih membandel, pengangguran mulai naik, dan Federal Reserve diperkirakan menahan suku bunga sepanjang tahun ini. Harapan pasar akan penurunan bunga pun perlahan pupus.

Sementara itu, Tiongkok menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang lebih baik dari perkiraan. Permintaan domestik menguat, didukung stimulus sektor keuangan. Meski begitu, pemerintahnya tetap memilih menurunkan target pertumbuhan, langkah hati-hati menghadapi ketidakpastian global yang belum reda.

Di tengah pusaran itu, Indonesia tampak masih menjaga ritme. OJK mencatat inflasi inti yang menurun, konsumsi masyarakat yang tetap stabil, serta penjualan ritel yang tumbuh 6,89 persen secara tahunan.

Aktivitas industri juga terus bergerak di zona ekspansif, mencerminkan mesin produksi yang masih bekerja. Dari sisi eksternal, cadangan devisa tetap memadai dan neraca perdagangan mencatat surplus.

Gambaran ini seolah memberi kesan bahwa Indonesia berada di jalur aman.
Namun, di balik angka-angka yang menjanjikan, pertanyaan besar tetap menggantung: seberapa lama ketahanan ini bisa bertahan jika tekanan global semakin dalam?

OJK memang optimistis. Dengan fundamental yang dinilai kuat dan kebijakan yang terarah, sektor jasa keuangan diyakini tetap resilien menghadapi gejolak.

Tetapi sejarah menunjukkan, krisis sering datang bukan saat kondisi terlihat lemah—melainkan ketika semua terasa baik-baik saja.

Kini, di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh kejutan, ketenangan Indonesia sedang diuji. Dan seperti ombak besar yang datang tanpa aba-aba, pasar global bisa saja berubah arah kapan saja.