KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Bertempat di Balai Kota Kediri, Sabtu (23/5), Khofifah menyalurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp1,819 miliar kepada masyarakat Kota Kediri.
Penyaluran bantuan tersebut turut didampingi Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa bantuan sosial bukan sekadar bentuk kepedulian pemerintah, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.
“Hari ini penyaluran bansos senilai Rp1,819 miliar merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jawa Timur untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Khofifah.
Menurutnya, program bantuan sosial menjadi bagian penting dari implementasi Nawa Bhakti Satya melalui program Jatim Sejahtera yang diarahkan untuk mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045.
Khofifah juga menekankan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal di tengah pembangunan.
“Fokus utama kami saat ini adalah percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial melalui perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu,” katanya.
Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, bantuan yang diberikan diharapkan mampu menjadi pemicu tumbuhnya semangat usaha dan kemandirian masyarakat.
“Saya berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk meningkatkan kemandirian dan menumbuhkan semangat kewirausahaan,” pesannya.
Khofifah juga memberikan apresiasi kepada para pilar sosial yang selama ini menjadi ujung tombak pendampingan masyarakat, mulai dari pendamping sosial, TKSK, hingga Tagana.
Menurutnya, keberhasilan program bantuan sosial tidak lepas dari kerja keras para pendamping di lapangan yang memastikan bantuan tepat sasaran.
“Di balik setiap bantuan yang tersalurkan, ada pengabdian luar biasa dari para pilar sosial. Mereka adalah bagian penting dalam upaya menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi seluruh elemen sosial terus diperkuat agar perlindungan sosial di Jawa Timur semakin responsif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dengan semangat gotong royong, saya optimistis perlindungan sosial di Jawa Timur akan semakin kuat, tepat sasaran, dan membawa manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Adapun total bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencapai Rp1,794 miliar. Bantuan tersebut meliputi PKH Plus bagi 485 keluarga penerima manfaat masing-masing Rp2 juta per tahun, BLT DBHCHT untuk 265 buruh pabrik rokok masing-masing Rp1 juta per tahun, hingga bantuan kemiskinan ekstrem bagi 125 penerima sebesar Rp1,5 juta per tahun.
Selain itu, bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas (ASPD) diberikan kepada 55 penerima masing-masing Rp3,6 juta per tahun. Ada pula KIP PPKS Jawara bagi 24 penerima masing-masing Rp3 juta per tahun, serta bantuan operasional dan tali asih untuk 48 pilar sosial yang terdiri dari SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyebut bantuan sosial tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan ini sangat penting untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat semangat dan keberpihakan negara kepada warga yang membutuhkan,” kata Vinanda.
Ia memastikan Pemerintah Kota Kediri terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.
“Kami memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan semoga dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.











