KaMedia – Sejak pagi, ratusan pengemudi ojek online tampak antre di Rumah Sakit KORPRI Pura Raharja Provinsi Jawa Timur, Jumat (22/5). Bukan untuk mengantar penumpang, melainkan memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara gratis.
Di tengah aktivitas para driver yang sehari-hari berjibaku dengan panas, hujan, kemacetan, dan tingginya risiko di jalan raya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung meninjau pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) bagi 1.000 mitra Gojek.
Program ini digelar selama empat hari dan khusus hari ini diikuti sekitar 300 driver ojol wilayah Surabaya. Pemeriksaan yang diberikan pun cukup lengkap, mulai dari cek tekanan darah, gula darah, rekam jantung, profil lipid, hingga skrining kanker serviks HPV DNA bagi driver perempuan.
Bagi Khofifah, kesehatan para driver ojol bukan hal sepele. Mereka adalah pekerja lapangan yang hampir setiap hari menghabiskan waktu di jalan demi mencari nafkah.
“Para driver ojol ini setiap hari bekerja di jalanan. Karena itu kesehatannya harus dipastikan tetap prima, sebab berkaitan juga dengan keselamatan berkendara,” kata Khofifah.
Ia menegaskan, cek kesehatan rutin penting dilakukan agar potensi penyakit bisa diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi lebih serius.
“Kalau ada risiko penyakit bisa terdeteksi sejak dini. Jadi bukan hanya menjaga kesehatan, tapi juga mencegah biaya pengobatan yang lebih besar di kemudian hari,” ujarnya.
Program CKG ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI, Gojek, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dan RS KORPRI Pura Raharja. Pelaksanaannya berlangsung pada 20, 21, 22, dan 25 Mei 2026.
Satu layanan yang paling menarik perhatian adalah pemeriksaan HPV DNA untuk perempuan. Layanan skrining kanker serviks ini biasanya memerlukan biaya cukup mahal bila dilakukan secara mandiri.
Direktur RS KORPRI Pura Raharja, dr. Makhyan Jibril Al Farabi, mengatakan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa layanan HPV DNA sudah masuk dalam program CKG nasional.
“Kalau periksa sendiri di luar biayanya bisa lebih dari setengah juta rupiah. Di sini mereka bisa mendapatkannya secara gratis,” jelasnya.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, para driver juga mendapatkan paket sembako. Bantuan sederhana itu ternyata sangat berarti, terutama di tengah kondisi orderan yang belakangan disebut mulai menurun.
Rina Handayani (45), salah satu driver Gojek perempuan asal Surabaya, mengaku bahagia bisa ikut program tersebut. Baginya, kesempatan memeriksa kesehatan gratis menjadi hal yang sangat membantu bagi para driver yang jarang punya waktu memeriksakan diri.
“Kegiatan ini sangat positif buat kami yang tiap hari di jalan dari pagi sampai malam. Jadi kita tahu kondisi kesehatan tubuh kita dan bisa lebih menjaga diri,” katanya.
Rina juga mengaku terharu karena selain layanan kesehatan, para driver masih mendapat perhatian berupa bantuan sembako.
“Ibu Khofifah itu perhatian sekali sama driver perempuan. Bantuan seperti ini sangat membantu kami. Semoga beliau selalu sehat,” ucapnya dengan wajah sumringah.
Di balik helm dan jaket hijau yang setiap hari terlihat melintas di jalanan kota, ada ribuan pekerja yang juga membutuhkan perhatian terhadap kesehatan mereka. Dan lewat program ini, para driver ojol setidaknya bisa merasa bahwa perjuangan mereka di jalan turut diperhatikan.











