KaMedia – Pernah nggak kebayang gimana jadinya kalau urusan percintaan udah mentok di beda agama, eh ditambah lagi “beda alam”? Wah, kalau kata anak zaman sekarang, itu sih overthinking tingkat dewa!
Nah, kisah unik bin nyeleneh inilah yang bakal diangkat ke layar lebar lewat film terbaru berjudul “Pie To Kih?”. Menggabungkan genre horor dan komedi alias horkom, film ini siap memberikan warna baru di kancah perfilman Tanah Air.
Saat jumpa pers yang digelar di Cineplex SunCity pada Selasa (3/11/2026), sang sutradara, Ito Mavin, membeberkan sedikit bocoran di balik layar film terbarunya ini.
”Karena yang kami tahu itu, komedi tadi ada, horor-horornya juga ada,” ujar Ito membuka obrolan dengan santai.
Ada yang seru di balik penggarapan film Pie To Kih. Bukan cuma soal jalan cerita yang out of the box, produksi film ini ternyata lahir dari hasil kolaborasi apik dengan para kreator lokal dari berbagai daerah.
Menurut Ito, langkah ini diambil karena tim produksi melihat potensi luar biasa dari talenta-talenta daerah yang sudah waktunya mendapat panggung lebih besar. Harapannya, ekosistem kreatif di Indonesia bisa tumbuh makin merata, nggak cuma berpusat di ibu kota saja.
Di balik balutan komedi segar dan unsur mistisnya, Pie To Kih ternyata menyimpan pesan moral yang cukup dalam buat penontonnya. Ito menyebutkan, film ini bukan sekadar tontonan kosong, melainkan potret realitas kehidupan yang dekat dengan masyarakat.
”Kita ingin menyampaikan sebuah pesan yang sebenarnya hidup di dalam masyarakat. Pesan tentang perjuangan, keikhlasan, memantaskan diri. Itu sebuah pesan yang ingin kita sampaikan melalui film ini,” ungkapnya.
Lantas, kenapa harus pakai premis cinta beda alam dan beda agama? Usut punya usut, hal itu sengaja dipilih sebagai hook atau pemancing perhatian agar penonton langsung notice dengan keunikan film ini. Dengan treatment yang unik, pesan-pesan mendalam tadi dijamin bakal lebih gampang masuk ke kepala penonton tanpa harus merasa diceramahi.
Buat yang penasaran di mana lokasi syutingnya, Ito membocorkan bahwa seluruh proses pengambilan gambar hampir 100 persen dilakukan di kawasan Jabodetabek—mulai dari Jakarta, Bogor, hingga Bekasi.
Duh, jadi makin penasaran kan, seseram apa hantunya, sekelar apa lucunya, dan separah apa galaunya pasangan yang terjebak di “beda alam dan beda agama” ini? Tungguin terus kabar terbaru dari film Pie To Kih hanya di bioskop kesayangan Anda.











