KaMedia – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi mengukuhkan Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR) Periode 2026–2029 di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (29/10/2026). Momentum ini menjadi angin segar untuk menata ulang pengelolaan dana CSR agar tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi kekuatan nyata pendukung pembangunan daerah.
Dengan keberadaan sekitar 6.000 perusahaan yang tersebar di 18 kecamatan, Sidoarjo menyimpan potensi CSR yang sangat besar. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., menegaskan bahwa dunia usaha adalah mitra strategis pemerintah, terutama di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
” Tantangan pembangunan Sidoarjo makin kompleks dan tidak mungkin hanya mengandalkan APBD. Kontribusi dunia usaha sangat vital untuk mendukung sektor infrastruktur, penanganan persoalan sosial, lingkungan, hingga pendidikan,” ujar Subandi di hadapan jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, dan pengurus forum yang baru dikukuhkan.
Subandi menekankan agar Forum TJSLP/CSR bertindak sebagai orkestrator satu pintu yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. Ia meminta setiap perusahaan untuk memprioritaskan lingkungan di sekitar area operasional mereka terlebih dahulu sebelum memperluas jangkauan manfaat.
”Kami ingin CSR ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan berjalan seiring dengan prioritas pembangunan Sidoarjo yang sejahtera, maju, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ketua Forum TJSLP/CSR Kabupaten Sidoarjo Periode 2026–2029, Ir. Herty Achmayanti, MM., mengungkapkan tantangan forum dalam merangkul ribuan perusahaan di Sidoarjo. Selama ini, partisipasi aktif masih didominasi perusahaan di kawasan industri yang mudah dijangkau, seperti Waru, Gedangan, Buduran, dan Candi.
Untuk memperkuat pergerakan forum, Herty mendorong percepatan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) TJSLP yang baru.
”Kami membutuhkan kepastian dan aturan hukum yang jelas agar bisa bekerja maksimal merangkul seluruh lini usaha di Sidoarjo,” jelas Herty.

Melalui program CSR, produsen cat tersebut menggelontorkan bantuan bahan cat berkualitas untuk mempercantik Flyover Sumokali. Fasilitas umum yang dulunya kusam dan penuh coretan kini tampil rapi, cerah, dan bersih berkat pengerjaan swadaya masyarakat.
Ahmad (45), warga Desa Sumokali, menyambut positif aksi nyata tersebut. “Alhamdulillah, kami merasakan langsung manfaatnya. Flyover yang dulu kumuh sekarang jadi rapi dan bersih karena warga diajak gotong royong mengecat bersama,” ungkapnya.
Dengan kepengurusan baru dan dorongan payung hukum yang makin mantap, Pemkab Sidoarjo optimistis pengelolaan CSR ke depan akan lebih merata, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga. ( Adv)












