KaMedia – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus menancapkan gas dalam meningkatkan kualitas pelayanan logistik nasional. Langkah terbaru, anak usaha Pelindo ini menggelar audiensi hangat bersama Badan Pengurus Daerah Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPD GINSI) Jawa Timur pada Selasa (7/7).
Pertemuan strategis ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan momentum emas untuk memperkuat sinergi demi kelancaran arus barang yang lebih efisien dan bebas hambatan.
Menyambut hangat kedatangan pengurus GINSI Jatim, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa suara pelanggan adalah kompas utama perusahaan. Didampingi oleh Terminal Head TPK Teluk Lamong, Pierre Rochel T, David membeberkan sejumlah inovasi mutakhir yang sengaja dirancang untuk memanjakan para pengguna jasa dengan mengedepankan customer experience.
Salah satu senjata andalan TTL dalam mengurai momok kemacetan adalah penerapan Terminal Booking System (TBS).
“Untuk memitigasi antrean truk di area terminal, saat ini TTL menerapkan Terminal Booking System (TBS) yang sudah memasuki fase kedua sejak Maret lalu. Kami juga menyediakan shelter waiting area sebagai tempat tunggu truk yang nyaman sebelum melakukan pemuatan kontainer ke kapal,” ujar David.
Lewat sistem TBS ini, kedatangan truk kontainer ke terminal menjadi jauh lebih terjadwal, sehingga penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk (peak hours) bisa ditekan secara signifikan.
Langkah proaktif TTL ini langsung mendapat acungan jempol dari Ketua BPD GINSI Jawa Timur, Hana Beladina Lutfifi. Membawa serta Sekretaris Warsidi dan jajaran anggota, Hana mengapresiasi keterbukaan manajemen TTL dalam menyerap aspirasi para importir.
“Semoga pertemuan ini dapat meningkatkan pemahaman para anggota GINSI tentang perkembangan dan inovasi digital yang telah dilakukan Terminal Teluk Lamong saat ini,” tutur Hana.
Sesi diskusi pun berjalan interaktif dan produktif. Para importir memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan dinamika di lapangan, mulai dari isu closing time kapal, penanganan antrean saat jam sibuk, mekanisme pelacakan kontainer (tracing), hingga transparansi informasi kedatangan kapal.
Merespons masukan dari GINSI, manajemen TTL tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga menyodorkan solusi digital yang praktis. Guna memberikan kepastian bagi para pelaku logistik, TTL mengimbau para importir untuk memanfaatkan layanan mandiri melalui portal Web Access Terminal Teluk Lamong di laman resmi app.teluklamong.co.id/webaccess/.
Melalui platform digital tersebut, pengguna jasa bisa memantau pergerakan logistik mereka secara real-time, meliputi:
Status dan posisi kontainer terkini.
Jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal secara akurat.
Data operasional esensial lainnya yang transparan.
Di akhir pertemuan, TTL mengajak BPD GINSI Jatim untuk bersama-sama menyosialisasikan penggunaan TBS dan portal digital ini kepada seluruh anggota. Dengan kolaborasi yang solid, mimpi mewujudkan ekosistem logistik Jawa Timur yang modern, transparan, dan bebas antrean kini selangkah lebih dekat menjadi kenyataan.











