KaMedia – Bursa transfer pelatih Liga 2 memanas. Klub kebanggaan warga Sidoarjo, Deltras FC, mendadak jadi magnet luar biasa jelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027 pada September mendatang. Tidak tanggung-tanggung, kursi panas pelatih kepala The Lobster kini tengah diperebutkan oleh lebih dari sepuluh taktikers bertangan dingin.
Fenomena ini memicu pertanyaan besar, apa yang membuat Deltras begitu seksi di mata para arsitek lapangan hijau saat ini?
CEO Deltras FC, Amir Burhannudin, blak-blakan menyebutkan bahwa banjir lamaran ini didominasi oleh para pelatih kelas kakap yang memegang lisensi tertinggi sepak bola.
”Ini sudah ada beberapa pelatih berlisensi A Pro yang masuk ke manajemen. Kami sudah melihat dan menimbang siapa yang paling layak untuk menjadi head coach,” tegas Amir, Selasa (30/6/2026).
Ada satu anomali menarik yang menjadi sorotan tajam manajemen. Di antara tumpukan Curriculum Vitae (CV) yang masuk, terselip nama-nama pelatih beken dari wilayah Indonesia Timur. Wilayah yang terkenal melahirkan talenta dengan karakter keras, petarung, dan haus kemenangan ini, kini mulai mengarahkan radarnya ke Sidoarjo.
Amir mengklaim, ketertarikan para pelatih Indonesia Timur ini adalah bukti sahih bahwa level dan kualitas Deltras FC tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Yang menarik kali ini memang ada yang berbeda. Ada beberapa pelatih yang masuk mengirimkan CV dari Indonesia Timur. Ini menunjukkan jika Deltras memiliki daya tarik dan kualitas yang diakui, mampu memikat pelatih dari berbagai belahan daerah,” tambah Amir dengan nada percaya diri.
Menghadirkan karakter keras khas Indonesia Timur bisa jadi merupakan psywar awal Deltras kepada para pesaingnya di kasta kedua. Apakah ini kode bahwa Deltras musim depan akan tampil lebih agresif dan ‘meledak-ledak’?
Manajemen Deltras kini berada di bawah tekanan waktu. Mereka harus bergerak cepat memilah siapa yang hanya sekadar “menjual nama” dan siapa yang benar-benar punya visi membawa Deltras promosi ke kasta tertinggi.
Bukan tanpa alasan, bulan Juli 2026 ini skuad Deltras FC dijadwalkan sudah harus berkumpul dan menggelar latihan perdana. Menentukan pelatih kepala dalam hitungan hari jelas bukan perkara mudah, mengingat komposisi pemain juga harus disesuaikan dengan selera sang nakhoda baru.
Siapa jenderal taktik yang akan dipilih Amir Burhannudin untuk menunggangi The Lobster? Apakah aroma Indonesia Timur yang akan keluar sebagai pemenang, atau manajemen justru memilih bermain aman dengan nama lokal yang itu-itu saja? Kita lihat saja di bulan Juli ini.











