KaMedia – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA UNAIR) sekaligus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menantang para alumni UNAIR di Provinsi Riau untuk tidak sekadar menggelar acara temu kangen.
Dalam Forum Silaturahmi bersama PW IKA UNAIR Riau di Hotel Novotel Pekanbaru, Selasa (7/7), Khofifah mengajak para alumni melakukan aksi nyata, termasuk “menggeruduk” Jawa Timur untuk melakukan studi banding.
”Silaturahmi ini bukan hanya silaturahmi raga, tetapi juga silaturahmi ide, pikiran, dan gagasan,” ujar Khofifah tegas.
Gubernur Khofifah membuka pintu lebar-lebar bagi alumni dari berbagai disiplin ilmu di Riau yang ingin melakukan benchmarking atau studi banding ke Jawa Timur, khususnya di sektor pendidikan dan penguatan SDM.
Saat ini, Jawa Timur terus melejit dengan memperluas ekosistem pendidikan bertaraf internasional, salah satunya lewat kerja sama dengan kampus top dunia seperti King’s College London (KCL) dan Western Sydney University (WSU).
”Kami ingin Jawa Timur menjadi rumah belajar bersama. Silakan para alumni datang untuk bertukar pengalaman dan berbagi best practice,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga membagikan kabar membanggakan. UNAIR sukses menempati peringkat ke-9 dunia dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025.
Capaian ini sekaligus menobatkan UNAIR sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).
Oleh karena itu, Khofifah meminta alumni di Riau menjadi “duta almamater” untuk menarik minat siswa-siswi SMA di Riau agar tidak ragu berkuliah di UNAIR.
Acara yang berlangsung hangat ini juga menjadi wadah bagi alumni Riau untuk menyampaikan aspirasi. Mereka mengusulkan adanya penguatan fasilitas, termasuk penyediaan asrama khusus bagi mahasiswa luar pulau Jawa di Surabaya untuk mempermudah adaptasi.
Mendengar masukan tersebut, Khofifah menyambutnya dengan positif dan menganggapnya sebagai langkah konkret menuju pendidikan yang inklusif.
”Susah bukan berarti tidak bisa. Yang diperlukan adalah komitmen yang tinggi, disiplin yang kuat, dan semangat untuk terus memperjuangkan kemajuan bersama,” pungkasnya.











