KaMedia – Persebaya Surabaya harus menelan kekecewaan pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026. Bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026) malam, Bajul Ijo gagal mengalahkan Dewa United yang tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-37. Laga berakhir imbang 1-1, hasil yang menyoroti lemahnya efektivitas dan kualitas permainan tuan rumah.
Dewa United justru tampil lebih percaya diri di awal laga. Lima menit pertama, tim tamu mendominasi penguasaan bola, sementara Persebaya terlihat reaktif dan memilih bertahan dengan pressing di area sendiri.
Persebaya sempat unggul lebih dulu pada menit ke-22 lewat Francisco Rivera. Gol tersebut tercipta dari skema serangan balik cepat, diawali umpan panjang Tony Firmansyah yang diterima Gali, dilanjutkan sentuhan Catur sebelum Rivera menuntaskan peluang. Namun keunggulan itu tak bertahan lama.
Delapan menit berselang, Dewa United menyamakan kedudukan melalui M. Kafiatur. Crossing Theo Numberi yang sempat ditepis Ernando Santoso gagal diantisipasi dengan baik oleh lini belakang Persebaya dan dimanfaatkan Kafiatur untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Keuntungan besar sebenarnya datang untuk Persebaya pada menit ke-37. Bek Dewa United, Nick Kuipers, diganjar kartu merah setelah menghentikan Malik Risaldi yang lolos sendirian menuju gawang. Dewa United pun harus bermain dengan 10 pemain hingga laga usai. Namun, keunggulan jumlah pemain itu tak mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh Persebaya.
Babak pertama berakhir tanpa tambahan gol, dan ketidakmampuan Persebaya mendikte permainan mulai terlihat. Memasuki babak kedua, pelatih Persebaya memasukkan Rian dan Matos untuk menambah daya gedor. Permainan memang terlihat lebih hidup, tetapi hingga menit ke-56, Persebaya tetap kesulitan menciptakan peluang bersih meski menghadapi lawan yang pincang.
Dewa United justru tampil disiplin dan terorganisir, membuat Persebaya frustrasi dan kerap menyerang tanpa arah yang jelas. Masuknya Koko Ari dan Mihailo Perovic pada menit ke-78 kembali tak banyak mengubah situasi.
Puncak frustrasi terjadi pada menit ke-89. Perovic sempat mencetak gol yang disambut gegap gempita suporter, namun wasit menganulirnya karena pelanggaran dalam proses serangan. Gol tersebut menjadi simbol kegagalan Persebaya.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tak berubah. Bermain lebih dari 50 menit melawan 10 pemain, Persebaya justru gagal menunjukkan kualitas sebagai tim tuan rumah, sekaligus menambah catatan hasil mengecewakan di hadapan pendukungnya sendiri.











