KaMedia – Persebaya Surabaya menelan kekalahan menyakitkan setelah dipaksa tunduk 1-2 oleh Madura United dalam laga pekan ke-28 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4/2026) malam WIB. Bermain di kandang sendiri, Bajul Ijo justru tampil tumpul dan tak berdaya menghadapi agresivitas tim tamu.
Sejak peluit awal dibunyikan, Madura United langsung menginjak pedal gas. Tekanan tanpa henti dari tim racikan Rakhmad Basuki membuat Persebaya seperti kehilangan arah. Lini tengah tak mampu mengalirkan bola dengan baik, sementara pertahanan terlihat rapuh menghadapi serangan cepat lawan.
Petaka datang cepat. Baru 12 menit laga berjalan, Lulinha sukses merobek gawang Persebaya setelah memanfaatkan celah besar di lini belakang. Gol ini menjadi tamparan keras bagi tuan rumah yang tampil di bawah ekspektasi.
Alih-alih bangkit, Persebaya justru terus kesulitan. Serangan yang dibangun kerap mentah sebelum memasuki kotak penalti. Jika pun berhasil menembus, ketangguhan kiper Madura United, Mochammad Dicky Indrayana, menjadi tembok yang tak tergoyahkan.
Memasuki babak kedua, situasi tak banyak berubah. Madura United tetap dominan, sementara Persebaya seperti kehabisan ide. Pada menit ke-65, kesalahan demi kesalahan akhirnya kembali berbuah pahit. Riquelme Sousa dengan dingin melepaskan tembakan terarah yang gagal diantisipasi Andhika Ramadhani. Skor 2-0 membuat publik GBT terdiam.
Tertinggal dua gol, Persebaya baru menunjukkan reaksi. Tempo permainan dipercepat, tekanan mulai dibangun, namun semuanya terasa terlambat. Gol hiburan dari Riyan Ardiansyah pada menit ke-83 hanya sedikit menyelamatkan muka, bukan keadaan.
Di sisa waktu, termasuk tambahan delapan menit, Persebaya menggempur habis-habisan. Namun upaya itu tak lebih dari sekadar tekanan tanpa hasil. Peluit akhir menjadi penegas kegagalan, Persebaya tumbang di rumah sendiri.
Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan Madura United yang tampil disiplin dan efektif. Sebaliknya, Persebaya harus menelan kenyataan pahit, mereka bukan hanya kalah, tetapi juga dipermalukan di hadapan pendukung setia sendiri.











