KaMedia – Suasana haru menyelimuti Gala Premiere film Jangan Buang Ibu di Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (18/6). Di tengah kisah yang menguras emosi tentang pengorbanan seorang ibu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat merenungkan kembali makna keluarga sebagai pondasi utama kehidupan.
Bagi Khofifah, film karya sutradara Hadrah Daeng Ratu itu bukan sekadar tontonan yang menyentuh hati. Lebih dari itu, film tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga keutuhan keluarga, menghormati orang tua, dan menghadirkan kasih sayang sebagai bekal membangun generasi masa depan.
“Ketahanan keluarga sangat penting untuk membangun peradaban bangsa dan peradaban dunia. Film ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan bagi setiap keluarga di Indonesia,” ujar Khofifah.
Menurutnya, keluarga yang mampu bertahan dan saling menguatkan di tengah berbagai tantangan zaman akan melahirkan anak-anak yang tangguh, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi. Inilah yang disebutnya sebagai family resilience atau ketahanan keluarga.
“Keluarga yang kuat tidak mudah runtuh saat menghadapi krisis. Justru setiap tantangan dijadikan proses pembelajaran untuk tumbuh semakin kuat bersama,” katanya.
Pesan tersebut terasa begitu relevan di tengah berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena itu, Khofifah menilai penguatan ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengangkat kisah megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, yang kerap menyebut ibunya sebagai sosok paling berjasa dalam perjalanan hidupnya.
Menurut Khofifah, kesuksesan Ronaldo tidak lahir begitu saja. Di balik gemerlap prestasi yang diraih, ada perjuangan seorang ibu yang rela berkorban, bekerja keras, dan menahan berbagai kesulitan demi mewujudkan mimpi anaknya.
“Itu bisa menjadi referensi bagi keluarga-keluarga di Indonesia. Banyak sekali teladan tentang bagaimana seorang anak menunjukkan bakti dan ketawadhuannya kepada ibu,” ungkapnya.
Namun, Khofifah menegaskan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya bertumpu pada kasih seorang ibu. Kehadiran dan peran aktif ayah juga memiliki arti yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak.
Pesan itu selaras dengan tema Hari Keluarga Nasional (Harganas) Jawa Timur 2026, yakni “Ayah Hadir, Keluarga Harmonis untuk Mewujudkan Ketahanan Keluarga.”
“Penting menghadirkan kasih dari seorang ayah. Sayang kita kepada ibu harus berjalan beriringan dengan hadirnya kasih seorang ayah,” tegasnya.
Film Jangan Buang Ibu sendiri mengangkat kisah seorang ibu yang mengabdikan seluruh hidupnya demi kebahagiaan anak-anaknya. Namun, ketika usia senja tiba, ia justru harus menghadapi kesepian. Sebuah cerita yang dekat dengan realitas kehidupan dan menjadi cermin bagi banyak keluarga.
Produser Leo Pictures, Agung Saputra, mengatakan film tersebut hadir sebagai pengingat agar setiap anak tidak terlambat menghargai dan memuliakan orang tua.
“Seorang ibu selalu menempatkan kebahagiaan anak-anaknya di atas kebahagiaannya sendiri. Film ini mengingatkan kita agar tidak terlambat menghargai orang yang paling kita cintai,” ujarnya.
Momen gala premiere juga diwarnai pemberian penghargaan kepada 13 perempuan inspiratif yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi luar biasa di berbagai bidang kehidupan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Khofifah bersama Produser Leo Pictures Agung Saputra dan salah satu pemeran film, Nirina Zubir.
Melalui film ini, pesan sederhana namun mendalam kembali digaungkan: jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya kehadiran orang tua. Sebab, keluarga yang saling mencintai, menghargai, dan menguatkan adalah fondasi lahirnya masyarakat yang harmonis dan bangsa yang tangguh.
Film Jangan Buang Ibu dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.











