HeadlineJatim

Simulasi Tsunami di Dua Pesisir Jatim, Warga Berhasil Evakuasi di Bawah 20 Menit

×

Simulasi Tsunami di Dua Pesisir Jatim, Warga Berhasil Evakuasi di Bawah 20 Menit

Sebarkan artikel ini
Warga di pesisir Trenggalek dan Lumajang mengikuti simulasi evakuas tsunami yang digelar oleh BPBD Jatim dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 / Foto : Humas BPBD Jatim.

KaMedia – Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Jawa Timur berlangsung penuh aksi nyata. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menggelar simulasi evakuasi mandiri tsunami secara serentak di dua wilayah pesisir rawan, yakni Lumajang dan Trenggalek, Minggu (26/4/2026).

Di Lumajang, simulasi dipusatkan di Pantai Bulu, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tempursari. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga, mulai dari SIAP SIAGA, BMKG Malang, Forum PRB Jatim hingga BPBD setempat. Sementara di Trenggalek, simulasi digelar di Pantai Ngadipuro, Desa Craken, Kecamatan Munjungan.

Tak sekadar simulasi, sehari sebelumnya masyarakat telah dibekali pelatihan kesiapsiagaan. Mulai dari anak-anak, pemuda, lansia hingga penyandang disabilitas dilibatkan, memastikan seluruh elemen memahami langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi.

Sekretaris BPBD Jatim, Andhika Nurrahmad Sudigda, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya siaga bencana di masyarakat pesisir.

“Gempa dan tsunami bisa terjadi kapan saja. Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci utama menyelamatkan diri,” ujarnya.

Pernyataan itu diperkuat Kepala Stasiun BMKG Malang, Ricko Kardoso. Ia mengingatkan bahwa wilayah Tegalrejo termasuk zona rawan karena berhadapan langsung dengan potensi megathrust di selatan Jawa.

“Simulasi ini penting sebagai bukti bahwa masyarakat sudah siap menghadapi kemungkinan terburuk,” tegasnya.

Hasilnya cukup menggembirakan. Berdasarkan evaluasi tim, warga mampu mencapai zona aman di kaki Gunung Kursi yang ditandai sebagai “blue zone” dalam waktu 13 hingga 18 menit. Durasi tersebut masih dalam kategori aman sebelum gelombang tsunami diperkirakan tiba.

Kepala Dusun Tegalbanteng, Yohadi Susanto Muso, mengaku pelatihan ini memberi pemahaman nyata bagi warganya.

“Sekarang kami tahu harus lari ke mana dan bagaimana menyelamatkan diri. Ini sangat bermanfaat bagi seluruh warga,” ungkapnya.

Menariknya, simulasi ini juga mendapat perhatian internasional. Kepala Deputi Konjen Australia di Surabaya, Christine Bui, yang hadir langsung di lokasi, mengaku terkesan dengan antusiasme warga.

“Semangat masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan keseriusan dalam menghadapi ancaman bencana,” katanya.

Selain simulasi di pesisir, rangkaian HKB 2026 di Jawa Timur juga diisi berbagai kegiatan lain, seperti pelatihan bersama relawan di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim, edukasi publik di Jombang, hingga simulasi serentak di sekolah-sekolah bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jatim.

Melalui rangkaian ini, BPBD Jatim berharap kesiapsiagaan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi berubah menjadi budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.