KaMedia – Suasana sarapan di Lime Restaurant fave hotel Sidoarjo mendadak berubah menjadi layaknya sudut jalanan Tokyo. Bukan hanya karena deretan menu khas Jepang yang menggoda selera, tetapi juga kehadiran karakter ikonik Ren dan Reina serta tiga cosplayer lokal yang sukses mencuri perhatian para tamu, Minggu (26/7).
Peluncuran program kuliner 60 Seconds to Tokyo yang merupakan bagian dari Archipelago Global Flavours Series ini dikemas berbeda dari biasanya. Para tamu yang tengah menikmati sarapan diajak berinteraksi langsung dengan para cosplayer, berfoto bersama, hingga mengenal berbagai hidangan yang terinspirasi dari street food Jepang.
Tiga cosplayer asal Sidoarjo, Yui, Cyra, dan Naru, turut memeriahkan acara. Kehadiran mereka membuat suasana restoran semakin hidup, terutama saat keluarga dan anak-anak antusias mengabadikan momen bersama karakter favorit mereka.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 16 menu baru diperkenalkan dalam program ini. Pilihannya mencakup main course, street snack, dessert, hingga beverage yang terinspirasi dari kuliner populer di Tokyo. Seluruh menu dapat dinikmati di Lime Restaurant fave hotel Sidoarjo hingga Desember 2026, baik oleh tamu hotel maupun masyarakat umum.
Restaurant & Banquet Manager fave hotel Sidoarjo, Teo Bagus Kurnia, mengatakan konsep peluncuran tersebut sengaja dirancang lebih interaktif agar pengalaman tamu tidak berhenti pada cita rasa makanan semata.
” Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar menikmati makanan. Kehadiran Ren dan Reina dipadukan dengan penampilan para cosplayer lokal menjadi cara kami membawa suasana street food Jepang ke dalam restoran sehingga tamu dapat merasakan pengalaman yang lebih hidup, menyenangkan, dan berkesan. Kami berharap setiap menu yang kami sajikan tidak hanya dinikmati dari cita rasanya, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman menginap di fave hotel Sidoarjo,” ujarnya.
Menurut Teo, seluruh hidangan dikembangkan dengan tetap mempertahankan karakter street food Jepang, namun telah disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia sehingga dapat dinikmati berbagai kalangan.
Program ini juga menjadi wadah kolaborasi dengan komunitas kreatif lokal. Salah satu cosplayer, Yui, mengaku senang bisa terlibat karena konsep yang dihadirkan mampu memadukan kuliner, budaya pop Jepang, dan interaksi langsung dengan pengunjung.
” Menurut saya konsep seperti ini sangat menarik karena menggabungkan kuliner, budaya pop Jepang, dan interaksi langsung dengan para tamu. Respons yang kami terima juga sangat positif. Banyak tamu yang mengajak berbincang, berfoto bersama, bahkan penasaran dengan menu-menu yang diperkenalkan. Semoga kolaborasi seperti ini semakin sering diadakan karena memberikan pengalaman yang berbeda, baik bagi pengunjung maupun komunitas kreatif lokal,” katanya.
Melalui kampanye 60 Seconds to Tokyo, fave hotel Sidoarjo ingin menghadirkan pengalaman bersantap yang memadukan cita rasa, hiburan, dan kolaborasi dengan komunitas lokal. Selain menikmati menu khas Jepang, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai aktivitas tematik selama program berlangsung hingga Desember 2026.











