KaMedia – Puluhan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Dharma Wanita Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, kini menanti kepastian tempat belajar setelah adanya rencana rehabilitasi gedung sekolah yang selama ini mereka gunakan.
Gedung TK tersebut berada di lingkungan Kantor Desa Popoh. Seiring rencana rehabilitasi, pihak desa meminta aktivitas pembelajaran di gedung tersebut dikosongkan. Kondisi itu sempat membuat sejumlah wali murid kebingungan lantaran belum mendapat informasi mengenai lokasi belajar sementara bagi anak-anak mereka.
Salah satu wali murid mengatakan, informasi mengenai pemindahan disampaikan secara lisan. Hingga kini, orang tua masih menunggu kejelasan mengenai sekolah atau lokasi yang akan digunakan selama proses rehabilitasi berlangsung.
” Pemberitahuan pemindahannya disampaikan secara lisan. Tidak ada surat resmi dan tidak ada penunjukan sekolah tujuan,” ujar salah satu wali murid, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, para orang tua pada dasarnya memahami jika gedung sekolah memang harus direhabilitasi. Namun, mereka berharap pemerintah desa dapat memberikan solusi agar kegiatan belajar anak-anak tetap berjalan dengan nyaman.
” Katanya mau direhab, terus semua anak disuruh pindah. Tapi mau pindah ke mana belum dikasih tahu. Kami bingung, karena anak-anak juga perlu tempat belajar yang jelas,” tutur salah seorang wali. murid.
Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Untuk merespons keresahan para wali murid, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo Dhamroni turun langsung ke Desa Popoh.
Pertemuan digelar di ruang rapat Kelurahan Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Audiensi tersebut membahas rencana rehabilitasi gedung sekaligus mencari jalan keluar agar kegiatan belajar mengajar para siswa tetap dapat berlangsung.
Dalam pertemuan tersebut, Dhamroni memberikan penjelasan terkait informasi yang berkembang di masyarakat.
Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan terkait pengusiran siswa dari sekolah, melainkan rencana pembangunan atau rehabilitasi gedung TK Dharma Wanita Popoh yang sebelumnya memang telah direncanakan.
“Sesuai rencana awal sebelumnya, gedung Dharma Wanita Popoh garis besarnya akan dibangun, bukan diusir seperti berita yang telah viral,” ujar Dhamroni.
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai lokasi belajar sementara yang akan digunakan para siswa selama proses rehabilitasi berlangsung.
Para wali murid berharap pemerintah desa bersama pihak terkait segera menentukan solusi yang jelas, sehingga anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa terganggu.
Bagi orang tua, rehabilitasi gedung tentu diharapkan menjadi langkah positif untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih baik. Namun, kepastian mengenai tempat belajar sementara juga dinilai penting agar proses pendidikan anak-anak tetap berjalan dengan nyaman selama pembangunan berlangsung.











