KaMedia – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau membuat kebutuhan perjalanan menuju Jakarta meningkat. Merespons kondisi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menambah perjalanan kereta api dari Stasiun Surabaya Pasarturi menuju Jakarta, sekaligus meningkatkan kapasitas KA Anggrek.
Langkah ini diambil KAI untuk memberikan lebih banyak alternatif transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan menuju Jakarta.
KA tambahan tersebut melayani relasi Surabaya Pasarturi (SBI)–Gambir (GMR) dan dijadwalkan berangkat Senin (7/9) pukul 14.10 WIB dari Stasiun Surabaya Pasarturi menuju Stasiun Gambir, Jakarta.
Kereta tambahan ini terdiri atas 3 kereta kelas eksekutif dan 6 kereta ekonomi New Generation, dengan total kapasitas mencapai 582 tempat duduk.
Tak hanya menambah perjalanan, KAI Daop 8 Surabaya juga memperbesar kapasitas KA Anggrek keberangkatan malam pukul 21.15 WIB. Jika sebelumnya membawa 8 kereta kelas eksekutif, kini jumlahnya ditambah menjadi 9 kereta, sehingga kapasitas meningkat menjadi 450 tempat duduk.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan penambahan perjalanan dan kapasitas tersebut merupakan respons KAI terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama di tengah kondisi yang dipengaruhi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
” KAI Daop 8 Surabaya terus berupaya menghadirkan layanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan dapat menjadi pilihan masyarakat. Penambahan KA Tambahan Surabaya Pasarturi–Gambir ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju Jakarta,” ujar Mahendro.
Tingginya kebutuhan perjalanan juga terlihat dari jumlah pelanggan KAI Daop 8 Surabaya. Pada Minggu (6/9), tercatat 40.723 pelanggan naik dan turun menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya.
Angka tersebut meningkat sekitar 8 persen dibandingkan Minggu (30/8), yang mencatat 37.657 pelanggan.
Sementara pada Senin (7/9) hingga pukul 08.30 WIB, jumlah pelanggan tercatat mencapai 39.312 orang, terdiri atas 17.029 pelanggan naik dan 22.283 pelanggan turun.
KAI Daop 8 Surabaya memastikan pemantauan kondisi operasional terus dilakukan. Koordinasi dengan berbagai pihak juga diperkuat untuk memastikan perjalanan kereta api tetap berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan.
” Kami mengimbau pelanggan untuk tetap mengikuti informasi resmi dari KAI terkait perkembangan perjalanan kereta api. KAI akan terus memberikan pelayanan terbaik dan melakukan penyesuaian operasional apabila diperlukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan,” pungkas Mahendro.











