EkonomiHeadlineSidoarjo

Dari Tambak ke Bioflok, BUMDes Kendalpecabean Membidik Nila sebagai Mesin Ekonomi Desa

×

Dari Tambak ke Bioflok, BUMDes Kendalpecabean Membidik Nila sebagai Mesin Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Kendalpecabean Lusari bersama Direktur BUMDes Sueb Hariyadi dan tokoh masyarakat melepaskan benih ikan Nila di kolam bioflok yang berada di Perumahan Alam Mutiara / Foto : Hermawan.

KaMedia – Selama bertahun-tahun, Desa Kendalpecabean, Kecamatan Candi, Sidoarjo, lekat dengan aktivitas pertambakan. Hamparan tambak menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, dengan sebagian besar warga menggantungkan penghasilan sebagai petambak udang maupun ikan, terutama bandeng.

Kini, desa tersebut mencoba membuka lembaran baru. Melalui BUMDes Bima Sakti, Kendalpecabean mulai mengembangkan budidaya ikan nila dengan sistem bioflok. Bukan sekadar diversifikasi usaha, program ini diproyeksikan menjadi salah satu motor baru perekonomian desa sekaligus membuka peluang bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan.

Direktur BUMDes Bima Sakti, Sueb Hariyadi, mengatakan keputusan mengembangkan budidaya nila lahir dari musyawarah desa. Pilihan tersebut juga merupakan hasil evaluasi terhadap sejumlah usaha yang sebelumnya telah dijalankan BUMDes namun belum memberikan hasil maksimal.

” Pemilihan budidaya ikan nila ini didasarkan atas musyawarah bersama dan kondisi lingkungan di Kendalpecabean yang banyak tambak. Sehingga budidaya ini insyaallah cocok,” ujar Sueb.

Tidak ingin sekadar mencoba, BUMDes Bima Sakti terlebih dahulu melakukan kajian dan analisis terhadap rencana tersebut. Bahkan, BUMDes menggandeng konsultan khusus dari Provinsi Jawa Timur untuk memastikan pola budidaya yang diterapkan dapat berjalan secara optimal.

Bagi pemerintah desa, budidaya nila bukan hanya urusan bisnis. Program ini ditetapkan sebagai salah satu prioritas Desa Kendalpecabean dan diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan.

Yang menarik, teknologi bioflok membuat budidaya ikan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada keberadaan tambak. Dengan kolam yang relatif lebih kecil dan pengelolaan yang tepat, ikan dapat dibudidayakan di lahan terbatas.

Konsep inilah yang ingin ditularkan BUMDes kepada masyarakat. Jika proyek perdana tersebut berhasil, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut belajar dan mengembangkan budidaya serupa sebagai sumber pendapatan baru.

” Ini juga yang perdana. Jika budidaya ini berhasil, masyarakat akan melihat dan belajar. Sehingga bisa membuka celah baru untuk peningkatan pendapatan keluarga dan kesejahteraan,” lanjut Sueb.

Dari sisi pasar, BUMDes Bima Sakti juga melihat peluang yang cukup lebar. Kedekatan Kendalpecabean dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sidoarjo menjadi salah satu keuntungan. Selain itu, keberadaan kolam pemancingan, restoran, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai dapat menjadi calon pasar ikan nila.

” Pasar kita optimistis. Ada TPI, restoran dan juga SPPG. Semua sudah kita petakan. Masyarakat juga bisa membeli langsung ke tempat budidaya,” paparnya.

Kepala Desa Kendalpecabean Lusari menyatakan dukungannya. Ia mengakui bahwa sebagai program perdana, masih ada masyarakat yang ragu terhadap metode baru tersebut. Namun, menurutnya, keseriusan BUMDes menjadi modal penting.

” Memang perdana, tentu ada yang setuju dan ada pula yang ragu. Apalagi menggunakan sistem baru. Namun demikian saya optimistis sukses, apalagi BUMDes Bima Sakti totalitas dengan mendatangkan konsultan. Kita dukung program ini berjalan dan mewujudkan ketahanan pangan di Desa Kendalpecabean,” pungkas Lusari.

Jika berhasil, kolam-kolam bioflok di Kendalpecabean bukan sekadar tempat memelihara ikan. Ia bisa menjadi simbol transformasi ekonomi desa: dari ketergantungan pada tambak menuju model usaha perikanan yang lebih fleksibel, produktif, dan dapat direplikasi oleh masyarakat.

Olahraga

KaMedia – Pasca terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo, Muhamad Rafi Wibisono langsung tancap gas. Targetnya tegas: menggali potensi atlet lokal, membangun pembinaan yang lebih serius,…