Kamedia -Jelang musim hujan Pemprov Jatim memberikan perhatian khusus terhadap infrastruktur berupa jembatan yang berdekatan dengan aliran lahar dingin Gunung Semeru Lumajang. Satu diantaranya Jembatan Klopo Sawit yang berada di Desa Sumber Mujur Kecamatan Candipuro Lumajang. Jembatan sepanjang 39 meter yang menjadi penghubung Lumajang – Malang tersebut sempat terputus diterjang aliran lahar dingin setahun lalu.
Emil Wahyudianto Ahli Madya Teknik Jalan dan Jembatan pada Dinas PU Bina Marga Jawa Timur menuturkan bahwa jembatan tersebut sangat penting bagi lalu lintas ekonomi dari kawasan sekitar Semeru menuju Kota ataupun juga sebagai jalur alternatif penghubung Lumajang dan Malang. Sehingga ketika terputus, praktis aktivitas masyarakat lumpuh khususnya mereka yang berada di Kaki Gunung Semeru.
” Ketika jembatan ini putus kita langsung bergerak agar bisa secepatnya membangun jembatan ini. Agar aktivitas dan lalu lintas masyarakat bisa kembali normal. ‘ujar Emil.
Jembatan Klopo Sawit dibangun dengan dukungan penguatan aliran DAS Mujur. Emil menuturkan bahwa hal itu perlu dilakukan agar jembatan aman jika terjadi banjir lahar dingin. Dukungan tersebut berupa memperluas aliran DAS Mujur, penguatan tanggul dengan kontruksi bronjong dan melakukan pengerukan aliran sungai yang berisi material pasir dan batu.
” Delapan bulan lalu saat terjadi banjir lahar dingin, cara tersebut cukup efektif untuk menyelamatkan jembatan. Namun gerusan lahar dingin merusak badan jalan dan akhirnya ambrol jalannya. Jembatan selamat, jalan yang rusak. Karenanya kita mempelajari agar musim hujan tahun ini jembatan dan jalan selamat semua ” lanjut Emil.
Secara keseluruhan, Dinas PU Bina Marga Jawa Timur telah melakukan perbaikan 5 jembatan besar dan utama yang berada di Kaki Gunung Semeru. Jembatan tersebut semuanya mengalami kerusakan akibat terkena imbas banjir lahar dingin.
” Total ada 5 jembatan yang telah kita perbaiki dan insyallah kuat meski terkena terjangan lahar dingin Semeru ” lanjut Emil Wahhyudianto.
Sementara itu Kepala Desa Klopo Sawit Mardjoko mengaku senang dengan berfungsinya kembali jembatan Klopo Sawit, karena warga tidak harus memutari Gunung Semeru untuk menuju kota maupun ke daerah lain.
” Sangat senang karena desa tidak menjadi terisolir dan aktivitas ekonomi juga kembali normal. Kita tidak lagi berjalan memutar hanya untuk menuju kota. ” pungkas Mardjoko. Berdasarkan catatan Dinas PU Bina Marga Jatim, Jembatan Klopo Sawit di Kecamatan Candipuro Lumajang merupakan salah satu jembatan penting di kaki Semeru yang sering putus dan hancur karena diterjang erupsi maupun banjir lahar dingin Semeru.











