KaMedia – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi berupa luncuran awan panas pada Selasa sore (24/2/2026).
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, erupsi tercatat berlangsung selama 2 menit 25 detik dengan amplitudo maksimal 22 milimeter. Awan panas guguran (APG) mulai terekam pada pukul 17.36 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyampaikan bahwa luncuran awan panas mencapai jarak 3 kilometer ke arah tenggara dari puncak kawah sebelum akhirnya berhenti.
“Terjadi APG dengan jarak 3 kilometer ke arah tenggara,” ujar Isnugroho di Kantor BPBD Lumajang.
Pemerintah memastikan tidak ada dampak langsung terhadap warga. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyatakan bahwa radius luncuran masih berada di zona aman dan jauh dari permukiman.
“Jarak luncurnya masih pada radius aman, warga sudah tahu harus apa. Harapannya tidak ada hujan deras sehingga memicu banjir lahar,” ujarnya.
Meski tidak menimbulkan dampak langsung, luncuran awan panas menyebabkan penumpukan material berupa pasir dan batu di lereng gunung. BPBD mengingatkan potensi bahaya banjir lahar hujan jika terjadi curah hujan tinggi.
Isnugroho menegaskan, saat ini kawasan Gunung Semeru kerap diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kondisi tersebut berisiko membawa material vulkanik ke aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru dan membahayakan warga di sekitarnya.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang, namun siaga, serta terus memantau informasi resmi dari Pos Pantau Gunung Api Semeru dan BPBD setempat.
Situasi hingga berita ini diturunkan terpantau aman dan terkendali.











