KaMedia — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jawa Timur berlangsung semarak dan penuh makna. Di halaman Gedung Negara Grahadi, Gubernur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan 40 Sekolah Berintegritas sekaligus menerima dua penghargaan prestisius: rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dan hak cipta lagu “Jatim Cerdas”.
Peluncuran ditandai dengan penekanan sirine bersama lima kepala sekolah perwakilan dari berbagai daerah. Program ini menjadi langkah konkret Pemprov Jatim dalam membangun budaya pendidikan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi integritas.
“Sekolah Berintegritas ini bukan sekadar simbol. Ini adalah komitmen untuk membentuk generasi unggul yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab,” tegas Khofifah.
Menurutnya, integritas harus ditanamkan sejak dini, bukan hanya sebagai slogan antikorupsi, melainkan sebagai fondasi karakter. Sekolah diharapkan menjadi “laboratorium moral” tempat siswa tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara etika.
Langkah ini sejalan dengan visi besar pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045. Khofifah menekankan, daya saing global harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai lokal yang kuat.
“Kalau kejujuran sudah jadi budaya sejak sekolah, kita akan melahirkan pemimpin masa depan yang amanah,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa 40 sekolah ini akan menjadi proyek percontohan (pilot project) di 38 kabupaten/kota. Beragam inovasi diterapkan, mulai dari kantin kejujuran hingga kelas tanpa gadget.
“Model ini akan kami kembangkan ke sekolah lain. Tujuannya sederhana: membentuk ekosistem pendidikan yang sehat dan berkarakter,” jelasnya.
Tak hanya peluncuran program, Hardiknas tahun ini juga menghadirkan capaian besar. Jawa Timur berhasil mencatatkan rekor MURI melalui Gerakan Minum Tablet Tambah Darah (TTD) serentak yang diikuti 1.572.404 siswa secara daring.
Program ini bertujuan meningkatkan kadar hemoglobin, mencegah anemia, hingga mempersiapkan kesehatan generasi muda, khususnya perempuan, di masa depan.
Selain itu, Khofifah juga menerima pengakuan hak cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atas lagu ciptaannya berjudul “Jatim Cerdas (Siap Jadi Juara)”. Lagu ini diharapkan menjadi penyemangat baru bagi dunia pendidikan di Jawa Timur.
Momen Hardiknas juga menjadi panggung apresiasi. Puluhan siswa berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, menerima penghargaan langsung dari gubernur. Mulai dari juara ajang teknologi di Malaysia hingga kejuaraan dunia wushu.
Perayaan semakin meriah dengan pameran Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang diikuti 168 lembaga pendidikan dari seluruh Jawa Timur. Produk-produk kreatif siswa dipamerkan, menunjukkan bahwa sekolah kini juga menjadi ruang inovasi.
Tak kalah menarik, konvoi 35 kendaraan listrik karya siswa SMK turut mencuri perhatian. Deretan inovasi ini menjadi bukti bahwa pelajar Jawa Timur tak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu menciptakan solusi masa depan.
Hardiknas 2026 di Jawa Timur bukan sekadar seremoni. Ia menjadi penegas arah: pendidikan yang berintegritas, inovatif, dan berdaya saing global kini benar-benar sedang dibangun.











