KaMedia – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan hewan kurban. Hasilnya: stok melimpah, kualitas terjaga, dan kesehatan ternak dipastikan aman dari ancaman penyakit.
Peninjauan dilakukan di peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret. Di lokasi ini, Khofifah melihat langsung ratusan sapi berbagai jenis, mulai dari PO, Limosin hingga Simental yang siap dipasarkan, bahkan hingga luar provinsi.
“Alhamdulillah, kondisi sapi-sapi di sini sehat dan besar. Bahkan ada yang bobotnya lebih dari satu ton. Ini menunjukkan kualitas ternak Jawa Timur sangat baik,” ujarnya.
Tak hanya memastikan kondisi fisik, Khofifah juga menegaskan bahwa hewan kurban di Jawa Timur bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) berkat pengawasan ketat dan program vaksinasi yang terus digencarkan.
Data Pemprov Jatim menunjukkan kondisi yang sangat menggembirakan. Kebutuhan hewan kurban tahun ini diproyeksikan mencapai 427.060 ekor, namun ketersediaannya jauh melampaui angka tersebut.
Sapi: kebutuhan 70.550 ekor, tersedia 629.119 ekor
Kambing: kebutuhan 297.900 ekor, tersedia 940.693 ekor
Domba: kebutuhan 58.600 ekor, tersedia 484.468 ekor
Kerbau: kebutuhan 10 ekor, tersedia 1.698 ekor
“Kondisi ini menunjukkan Jawa Timur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tapi juga siap menopang kebutuhan provinsi lain,” tegas Khofifah.
Untuk memastikan hewan kurban benar-benar layak, Pemprov Jatim mengerahkan ribuan petugas pemeriksa. Mereka melakukan pemeriksaan sebelum pemotongan (ante mortem) dan setelah pemotongan (post mortem).
Tim tersebut terdiri dari:
950 dokter hewan
1.500 paramedik veteriner
145 pengawas bibit ternak
75 pengawas mutu pakan
1.997 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat
Langkah ini dilakukan untuk menjamin bahwa hewan kurban tidak hanya sehat, tetapi juga memenuhi syarat syariah dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Kalau ada indikasi penyakit seperti PMK, pasar hewan bisa langsung ditutup sementara. Ini sudah kami lakukan dalam dua tahun terakhir,” jelas Khofifah.
Dengan populasi ternak terbesar di Indonesia, Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung ternak nasional. Dari kandang-kandang seperti milik Mursyid di Nganjuk, suplai hewan kurban tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mengalir ke berbagai daerah, termasuk Kalimantan dan Jawa Tengah.
Di tengah meningkatnya permintaan jelang Idul Adha, kepastian stok dan kesehatan ternak ini menjadi kabar baik bagi masyarakat. Tak hanya soal ibadah, tetapi juga jaminan keamanan dan kualitas daging yang akan dikonsumsi.











