KaMedia – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong efisiensi energi dan transisi menuju energi bersih kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Dalam Awarding Apresiasi EBTKE 2026 yang digelar Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM RI, Pemprov Jatim sukses memborong dua penghargaan sekaligus.
Dua penghargaan tersebut yakni Juara 1 kategori Hemat Energi subkategori Gedung Retrofit yang diraih Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKPCK) Jatim, serta Juara 2 kategori Hemat Energi subkategori Zero Energy Building yang diraih Dinas ESDM Jatim.
Penghargaan tersebut diterima Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur MHD Aftabuddin Rijaluzzaman, mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pada puncak Awarding Apresiasi EBTKE 2026 di JIEXPO Jakarta, Kamis (4/9).
Gubernur Khofifah mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, dua penghargaan itu menjadi bukti bahwa komitmen Jawa Timur terhadap transisi energi tidak berhenti pada kebijakan, tetapi telah diterjemahkan menjadi praktik nyata di lingkungan pemerintahan.
” Penghargaan ini tentu kami syukuri. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah efisiensi energi yang dilakukan Pemprov Jatim telah memberikan hasil yang baik,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan, berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi energi dan mempercepat transisi menuju energi bersih terus menunjukkan hasil sekaligus mendapat apresiasi di tingkat nasional.
” Berbagai ikhtiar dalam mendorong efisiensi energi dan transisi menuju energi bersih terus menunjukkan hasil, dan diapresiasi oleh banyak pihak. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus memperluas praktik-praktik baik di berbagai sektor,” tambahnya.
Menurut Khofifah, penguatan konservasi energi merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan sekaligus strategi memperkuat ketahanan energi daerah. Karena itu, penerapan prinsip efisiensi energi harus terus diperluas, tidak hanya di gedung pemerintahan, tetapi juga pada berbagai fasilitas publik.
” Harapannya tentu kami ingin semakin banyak bangunan dan fasilitas publik di Jawa Timur yang menerapkan prinsip hemat energi, memanfaatkan energi terbarukan, dan memiliki efisiensi energi yang semakin baik,” tegasnya.
Khofifah menambahkan, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Jawa Timur dalam mendukung pencapaian target net zero emission nasional.
“Ini merupakan bagian dari kontribusi Jawa Timur dalam mendukung pencapaian target net zero emission nasional. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Jawa Timur punya kontribusi nyata dalam pengembangan energi baru terbarukan dan konservasi energi di Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Khofifah menilai capaian ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam mempercepat transformasi energi di Jawa Timur.
Menurutnya, inovasi pembangunan infrastruktur dan pengelolaan gedung harus berjalan beriringan dengan upaya menekan konsumsi energi dan emisi. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada keberlanjutan dan efisiensi dalam jangka panjang.
Khofifah berharap penghargaan Apresiasi EBTKE 2026 tidak berhenti sebagai capaian seremonial. Sebaliknya, penghargaan tersebut harus menjadi pemacu bagi seluruh perangkat daerah untuk terus melahirkan inovasi dalam konservasi energi dan pemanfaatan energi terbarukan.
“Semoga capaian ini tidak hanya menjadi penghargaan, tetapi juga menjadi energi baru untuk terus memperkuat budaya hemat energi di Jawa Timur,” pungkasnya











