KaMedia – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong bahwa transformasi ekonomi hijau harus mampu menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan berkualitas bagi masyarakat.
“Green Jobs menjadi bagian penting dari arah pembangunan Jawa Timur yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2026, di Kantor Bappenas RI, Jakarta, Rabu (2/9).
Wagub Emil menyambut baik pelaksanaan Program Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (Gesit) yang berkolaborasi antara Kementrian Bappenas RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker RI) merujuk pada atau Pekerjaan Hijau untuk Inklusi Sosial dan Transformasi Berkelanjutan.
Wagub menjelaskan, bawah Jatim bersama Riau ditunjuk oleh Bappenas RI melaksanakan Program Gesit yang juga merupakan inisiatif kerja sama antara pemerintah Indonesia (melalui Bappenas dan Kemnaker) dengan pemerintah Jerman (melalui GIZ) untuk periode Januari 2024 hingga Juni 2028.
Menurutnya, Program Gesit memberikan kontribusi penting dalam memetakan kebutuhan keterampilan (skill) tenaga kerja yang diperlukan untuk menjawab perkembangan ekonomi hijau sekaligus memastikan kesiapan sumber daya manusia di Jawa Timur menghadapi transformasi dunia kerja.
“Melalui program ini kita memetakan apa saja kebutuhan skill yang harus disiapkan secara proaktif oleh Dinas Tenaga Kerja,” ujarnya.
Wagub Emil mengatakan, salah satu hal yang diapresiasi dari Program Gesit adalah cakupan pengembangan kompetensi yang tidak hanya menyasar tenaga kerja dengan latar belakang akademis tingkat tinggi, tetapi juga memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi.
“Kami berterima kasih program ini bukan saja menyasar yang sifatnya akademis tingkat tinggi, tetapi juga vokasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wagub Emil menyampaikan bahwa hasil pemetaan kebutuhan green jobs melalui Program Gesit telah mulai diarusutamakan dalam dokumen perencanaan pembangunan Jawa Timur.
Wagub Emil menjelaskan, bahwa kebutuhan pengembangan kompetensi tersebut telah diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Timur Tahun 2027.
“Di Jawa Timur vokasi kami sudah mengintegrasikan ini ke dalam RKPD 2027. Karena ini merupakan dokumen perencanaan, kami betul-betul mengarusutamakan apa yang menjadi temuan dari kajian Gesit ini ke dalam sebuah tindakan nyata melalui program-program kita,” katanya.
Wagub Emil menegaskan, Pemprov Jatim akan terus mendorong agar hasil green jobs mapping dapat memberikan manfaat langsung bagi penguatan program ketenagakerjaan dan pendidikan vokasi di daerah.
“BLK-BLK kami, program SMK kami, program-program di Dinas Tenaga Kerja kami tentu akan sangat merasakan manfaat dari green jobs mapping yang dilakukan melalui Program Gesit ini,” tutupnya.
Dalam paparannya, Emil menjelaskan bahwa komitmen Jawa Timur terhadap Green Jobs telah terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Mulai dari RPJPD Jawa Timur 2025–2045 yang menempatkan penerapan ekonomi hijau sebagai arah pembangunan jangka panjang, RPJMD Jawa Timur 2025–2029 yang mengusung ekonomi hijau dan biru.
“Green Jobs bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan strategi pembangunan untuk memastikan transformasi ekonomi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui ketersediaan pekerjaan yang berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan bumi,” ungkapnya.
Saat ini, Pemprov Jatim membangun ekosistem Green Jobs melalui rantai kebijakan yang menyelaraskan kebutuhan industri dengan pengembangan sumber daya manusia. Wagub Emil juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menciptakan Green Jobs.
Wagub Emil memaparkan terdapat konsep Lima Mesin Green Jobs sebagai kerangka penggerak penciptaan pekerjaan hijau di Jawa Timur.
“Lima mesin green jobs didukung oleh kebijakan pembangunan, penguatan industri, peningkatan kompetensi SDM, serta keterhubungan antara kebutuhan dunia kerja dan transformasi ekonomi berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut Emil memandang Green Jobs berperan sebagai instrumen untuk memastikan pembangunan ekonomi mampu berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Green Jobs adalah cara memastikan transformasi ekonomi bekerja untuk manusia dan bumi. Jawa Timur siap memperkuat kolaborasi pemerintah, industri, pendidikan, pekerja, komunitas, dan seluruh mitra pembangunan untuk membangun ekonomi hijau yang inklusif,” pungkasnya.
Menteri Bappenas RI Rachmat Pambudy mengungkapkan, saat ini dunia dihadapkan pada perubahan paradigma, terutama dalam sektor energi. Paradigma yang sebelumnya bergantung pada energi fosil kini mulai bergeser menuju energi yang semakin hijau dan berkelanjutan.
Ia memandang, peluang green jobs ke depan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Indonesia, tetapi juga untuk mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja hijau di tingkat global. Karena itu, dia mengajak seluruh pihak untuk terlibat dan berkolaborasi dalam menyiapkan ekosistem green jobs.
“Bersama pemerintah Jerman, kita akan mempersiapkan hal ini secara lebih intensif, sistematis, dan terorkestrasi dengan baik. Roadmap green jobs ini akan menjadi acuan lintas kementerian dan lembaga menyiapkan tenaga kerja hijau tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi agenda bersama yang terintegrasi,” tegasnya.
“Kita tidak hanya ingin menyiapkan green jobs untuk kebutuhan Indonesia, tetapi juga mengambil bagian dalam menyiapkan tenaga kerja hijau yang dapat berkontribusi bagi dunia, menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” tutupnya.











