HeadlinePolitik

Hadiri Debat Publik Ketiga Pilgub Jatim, Sekjend DPP PDIP Hasto Kristiyanto Tekankan Netralitas Aparat

×

Hadiri Debat Publik Ketiga Pilgub Jatim, Sekjend DPP PDIP Hasto Kristiyanto Tekankan Netralitas Aparat

Sebarkan artikel ini
Sekjend DPP PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri debat ketiga pilgub Jatim. Kepada media Hasto menekankan netralitas aparat baik ASN, Polisi dan TNI / Foto : Istimewa

KaMedia – Debat publik ketiga Pilgub Jatim yang berlangsung di Grand City Surabaya malam ini Senin ( 19/10/2024) menarik perhatian para tokoh politik nasional, salah satunya adalah Sekjend DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto yang didampingi calon tunggal Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa kehadirannya adalah untuk menyaksikan debat ketiga ini.

” Saya didampingi oleh Bung Eri Cahyadi, calon Walikota Surabaya. Dan sekaligus pendukung berat Bu Risma adalah untuk menyaksikan debat terakhir di Jawa Timur ini ” ujar Hasto.

Hasto memaparkan bahwa keinginannya melihat debat secara langsung juga dilatarbelakangi respon yang sangat positif dari masyarakat. Selain itu juga terjadi arus balik dukungan yang sangat kuat terhadap Ibu Risma dan Gusan.

” Ini karena Bu Risma itu sosok pemimpin yang mewujudkan kasih ibu sepanjang masa. Juga sosok pemimpin yang menjadikan Surabaya sebagai ikon kebanggaan, kemajuan masyarakat Jawa Timur. Karena itulah terjadi arus balik dukungan yang sangat kuat. ” ujar Hasto

Hasto juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, pemuka agama, para pemuda relawan yang bekerja keras untuk pasangan Risma – Gus Hans.

Dari debat yang pertama dan kedua menurut Hasto menunjukkan keunggulan yang sangat signifikan untuk Risma. Sehingga hasil debat ini memperkuat arus balik dan menyatukan kekuatan-kekuatan yang non partai.

“Justru ketika Bu Risma dikeroyok, dikepung. Bu Risma hanya bisa berpasrah kepada masyarakat Jawa Timur. Berpasrah kepada Gusti, berpasrah kepada Tuhan yang maha kuasa Allah SWT. Maka ini mempercepat arus balik dukungan kepada sosok pemimpin yang sangat merakyat ” ungkap Hasto

Terkait dengan keberadaan ASN yang tidak netral, Hasto menegaskan ancaman pidana menanti mereka jika melanggar. Selain itu rakyat juga akan bergerak jika ASN tidak netral.

” Jangan kemudian aparatur negara tidak netral melakukan intimidasi, melakukan ancaman. Kami tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi karena sudah ada keputusan dari Mahkamah Konstitusi untuk netralias ASN ” pungkas Hasto