KaMedia – Tekanan terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pengprov Kickboxing Indonesia (KBI) Jawa Timur, Ir. Nurcholis Henry, mencapai titik krusial. Mayoritas Pengurus Kabupaten (Pengkab) dan Pengurus Kota (Pengkot) se-Jatim secara terbuka mendesak penetapan jadwal Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) sebelum masa jabatan Plt berakhir pada 26 Mei 2026.
Tiga bulan berlalu sejak penunjukan Plt, namun agenda utama organisasi belum juga bergerak. Tidak ada kepastian waktu Musprovlub, forum yang seharusnya menjadi jalan keluar untuk membentuk kepengurusan definitif. Kondisi ini dinilai bukan sekadar lamban, tetapi berisiko langsung terhadap masa depan organisasi dan atlet.
Wakil Ketua Umum 2 Pengprov KBI Jatim, Sugeng Wahyu Widodo, menegaskan situasi ini sudah di ambang batas toleransi. Ia menyebut mayoritas Pengkab dan Pengkot telah satu suara: percepatan Musprovlub adalah harga mati.
“Waktu Plt tinggal hitungan hari. Kalau tidak segera ditetapkan, ini bukan lagi soal administrasi, tapi kelalaian terhadap kebutuhan organisasi dan atlet,” tegas Sugeng usai pertemuan dengan KONI Jatim, Selasa (5/5/2026).
Dampak stagnasi mulai terasa nyata. Hingga kini, KBI Jatim menjadi satu-satunya cabang olahraga di Jawa Timur yang belum menjalankan training camp (TC) atau pemusatan latihan. Fakta ini menjadi alarm keras di tengah persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Semua cabor sudah bergerak, hanya KBI yang diam di tempat. Ini ironi. Atlet tidak bisa menunggu ketidakpastian,” ujar Sugeng.
Keterlambatan ini bukan tanpa konsekuensi. Tanpa program latihan yang terstruktur dan berkelanjutan, performa atlet terancam merosot. Target prestasi di level nasional pun kian sulit dicapai. Dalam konteks ini, lambannya penetapan Musprovlub dinilai berpotensi mengorbankan kesiapan atlet.
Dukungan terhadap desakan ini juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. Lembaga tersebut disebut berada di belakang langkah Pengkab dan Pengkot, mendorong percepatan Musprovlub demi menjaga stabilitas organisasi sekaligus memastikan pembinaan atlet tidak terhenti.
Bagi internal KBI Jatim, Musprovlub bukan sekadar formalitas. Forum ini menjadi kunci untuk mengakhiri kevakuman arah organisasi. Tanpa kepengurusan definitif, program pembinaan akan terus tersendat, sementara kalender kompetisi nasional tidak menunggu.
“Ini soal masa depan kickboxing Jatim. Musprovlub harus segera digelar agar roda organisasi kembali berjalan dan atlet bisa dipersiapkan dengan serius,” kata Sugeng.
Dengan tenggat waktu yang semakin sempit, bola kini sepenuhnya berada di tangan Plt Ketua. Publik olahraga menanti keputusan konkret, bukan lagi wacana.
Jika dalam waktu dekat tidak ada penetapan jadwal, bukan hanya kesiapan atlet yang dipertaruhkan. Kredibilitas kepemimpinan dan komitmen terhadap pembinaan olahraga di Jawa Timur juga ikut diuji.











