Jatim

Dari Pendidikan ke Pengabdian, 1.018 Anak Bangsa Resmi Jadi Prajurit TNI AD

×

Dari Pendidikan ke Pengabdian, 1.018 Anak Bangsa Resmi Jadi Prajurit TNI AD

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Di bawah langit pagi yang cerah, lapangan upacara Secaba Rindam V/Brawijaya menjadi saksi lahirnya 1.018 prajurit baru TNI Angkatan Darat. Rabu (7/1/2026) menjadi hari yang tak akan terlupakan bagi para siswa yang telah menempuh perjalanan panjang, penuh disiplin dan pengorbanan, hingga akhirnya resmi dilantik sebagai prajurit berpangkat Sersan Dua.

Upacara penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2025 (OV) dan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 berlangsung khidmat. Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si. bertindak sebagai Inspektur Upacara, memimpin prosesi yang sarat makna pengabdian.

Barisan prajurit muda berdiri tegap, mata menatap lurus ke depan. Di balik seragam yang kini mereka kenakan dengan bangga, tersimpan cerita tentang latihan keras, kerinduan pada keluarga, dan tekad untuk menjadi bagian dari penjaga kedaulatan bangsa.

Upacara ini turut dihadiri Danrindam V/Brawijaya Brigjen TNI Hari Rahardjanto, S.Sos., Kolonel Inf Tomy Radya Diansyah Lubis, S.A.P., M.Han., serta para pejabat utama Kodam V/Brawijaya lainnya.

Dalam amanat Pangdam V/Brawijaya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, para prajurit baru diingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Disiplin, profesionalisme, serta kesetiaan kepada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit menjadi nilai utama yang harus dipegang teguh dalam setiap penugasan.

Pangdam juga mengapresiasi semangat dan ketangguhan mental para prajurit muda yang mampu melewati seluruh tahapan pendidikan dengan hasil membanggakan. Ia menekankan pentingnya kesiapan untuk terus belajar, beradaptasi, dan menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks di masa depan.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Danrindam V/Brawijaya beserta seluruh jajaran pendidik yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan dedikasi dalam membentuk karakter serta kemampuan para prajurit. Evaluasi dan peningkatan kualitas pendidikan, menurut Pangdam, harus terus dilakukan demi melahirkan prajurit TNI AD yang semakin profesional.

Momen pelantikan ini tak hanya menghadirkan kebanggaan bagi para prajurit, tetapi juga mengundang haru bagi keluarga yang menyaksikan dari kejauhan. Senyum dan mata berkaca-kaca menjadi saksi bahwa perjuangan anak-anak mereka kini berbuah pengabdian untuk bangsa dan negara.

Melalui penutupan pendidikan di Rindam V/Brawijaya ini, TNI AD kembali menegaskan komitmennya mencetak prajurit yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa ksatria, siap mengemban amanah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di setiap medan pengabdian.