HeadlineSurabaya

Viral Keracunan Di Program MBG, Wakil Ketua DPRD Surabaya : MBG Dilanjutkan, Tata Kelola Disempurnakan !

×

Viral Keracunan Di Program MBG, Wakil Ketua DPRD Surabaya : MBG Dilanjutkan, Tata Kelola Disempurnakan !

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni / Foto : Ist

KaMedia – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Golkar, Arif Fathoni berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan demi kepentingan pembangunan sumber daya manusia (SDM) jangka panjang bangsa Indonesia, meski program nasional ini ada kekurangan di sana- sini yang perlu penyempurnaan lagi.

Hal ini disampaikan Arif Fathoni menanggapi laporan data dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) bahwa 4.000 siswa dilaporkan keracunan makanan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam delapan bulan terakhir. Bahkan, Indef mendesak penghentian sementara program MBG untuk dievaluasi menyeluruh mengingat potensi kerugian yang lebih besar di masa mendatang.

“Saya rasa program MBG ini sangat bagus untuk menghapus disparitas pemenuhan gizi semua anak bangsa. Karena program baru wajar perlu dilakukan penyempurnaan yang berkesinambungan,” ujar Arif Fathoni kepada media, Kamis (11/9/2025).

Legislator muda ini juga menegaskan, dalam era kemerdekaan pendapat di Indonesia, wajar kalau ada kritikan atau masukan dan lain sebagainya. Termasuk yang disampaikan oleh Indef. Mantan jurnalis ini berharap masukan tersebut dijadikan evaluasi penyempurnaan program. Jangan sampai program terhenti hanya karena masalah pro dan kontra yang sedang berkembang.

Program MBG ini menurut Toni, di samping upaya pemenuhan gizi anak Indonesia, juga banyak orang tua yang merasa terbantu karena negara hadir memberikan makan siang kepada anaknya saat di sekolah. Sehingga orang tua yang sibuk bekerja tidak terbebani pikiran anaknya makan apa, karena sudah disediakan oleh pemerintah.

“Saya pikir yang perlu disempurnakan di masa mendatang adalah tata kelolanya. Mulai dari kandungan higienitas makanan, distribusi, dan evaluasi pemerataan program agar tepat sasaran,” ujar pria yang akrab dipanggil Toni ini.

Terkait usulan agar penerima manfaat diasuransikan, Toni menyebut jika diasuransikan justru dikhawatirkan akan membebani keuangan negara.

“Saya rasa cukup kolaborasi dengan Pemda yang perlu ditingkatkan. Sehingga program ini bisa berlangsung sukses,” tambah dia.

Terkait dengan pelaksanaan MBG di Surabaya hingga hari ini, Toni mengatakan, sejauh yang di tahu, sampai hari ini di Surabaya belum ada laporan siswa keracunan makanan seperti di daerah lain. Hal ini karena Dinas Ketahanan Pangan dan OPD terkait di Surabaya mendukung penuh program ini dengan memastikan higienitas bahan bakunya, dan mudah-mudahan tidak terjadi seperti di daerah lain.

” Surabaya sampai hari ini aman, tidak ada info terkait kejadian keracunan atau lainnya. Kita terus monitor kegiatan MBG di Surabaya ” pungkas Toni.