KaMedia – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo memastikan persoalan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) palsu yang sempat digunakan oleh sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah rampung sepenuhnya. Seluruh SPPG yang terdampak telah mengantongi sertifikat resmi sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes. menyatakan bahwa dari seluruh SPPG yang sebelumnya kedapatan menggunakan SLHS palsu, hampir semuanya telah menyelesaikan proses legalitas dan menerima sertifikat asli.
”Yang SLHS-nya palsu, semua sudah mendapat aslinya, kecuali satu SPPG yang sudah dikunjungi untuk Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan saat ini sedang dalam proses perbaikan dapur,” ujar dr. Laksmie Selasa (4/11).
Satu SPPG yang masih berproses tersebut telah ditinjau langsung oleh tim Dinkes Sidoarjo untuk menjalani IKL. Langkah pembenahan dapur dilakukan agar fasilitas pengolahan makanan tersebut benar-benar memenuhi standar kelayakan higiene dan sanitasi yang ditetapkan.
dr. Laksmie menjelaskan, penerbitan SLHS tidak dilakukan secara sembarangan. Terdapat empat aspek utama yang menjadi penilaian ketat dalam proses IKL, yaitu fasilitas fisik dapur, sarana sanitasi dan air, kebersihan peralatan, serta higiene penjamah makanan.
Untuk fasilitas fisik dapur, penilaian mencakup kondisi bangunan, ventilasi udara yang baik, pencahayaan, dan tata letak ruang. Pada sarana sanitasi dan air, tim memeriksa ketersediaan air bersih yang layak serta fasilitas cuci tangan dengan sabun.
Sementara pada aspek kebersihan peralatan, fokus penilaian ada pada higienitas alat masak, alat makan, dan tempat penyimpanan bahan pangan. Terakhir, higiene penjamah makanan menilai kedisiplinan pekerja dalam menggunakan alat pelindung diri seperti celemek, penutup kepala, dan masker, serta perilaku bersih saat mengolah makanan.
Langkah tegas dan penataan ini dilakukan Dinkes Sidoarjo untuk menjamin keamanan pangan masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dinkes Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan secara berkala agar seluruh SPPG di wilayah Sidoarjo konsisten menerapkan standar kesehatan yang ketat, sehingga makanan yang disalurkan aman dan layak dikonsumsi.











