KaMedia– PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong terciptanya masyarakat yang inklusif. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UIT JBM menggandeng Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Probolinggo untuk menggelar pelatihan bahasa isyarat dan batik eco print bagi 100 peserta.
Program yang berlangsung selama tiga hari, pada 6–8 Juli 2026, ini diikuti oleh penyandang disabilitas, masyarakat umum, mahasiswa, hingga pelajar. Tak hanya membangun kesadaran tentang pentingnya komunikasi inklusif, kegiatan ini juga membekali peserta dengan keterampilan yang berpotensi menjadi peluang usaha.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja menyerahkan bantuan secara langsung kepada Ketua HWDI Kota Probolinggo Misni Setiani. Penyerahan bantuan turut disaksikan Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Probolinggo, Kepala Dinas Sosial Kota Probolinggo, dan Manager UPT Probolinggo.
Pelatihan bahasa isyarat dirancang untuk memperluas kemampuan komunikasi masyarakat dengan penyandang disabilitas sehingga tercipta lingkungan yang lebih ramah dan setara. Sementara itu, pelatihan batik eco print memberikan keterampilan membatik menggunakan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi para peserta.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan, agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mandiri.
” PLN meyakini bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat. Melalui pelatihan bahasa isyarat dan batik eco print ini, kami ingin mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif sekaligus memberikan bekal keterampilan yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi para peserta. Kami berharap kolaborasi bersama HWDI Kota Probolinggo ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan dan membuka lebih banyak ruang kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ika.
Ketua HWDI Kota Probolinggo, Misni Setiani, mengapresiasi dukungan PLN UIT JBM yang dinilai tidak hanya meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas, tetapi juga melibatkan masyarakat luas untuk membangun budaya inklusif secara bersama-sama.
Menurutnya, pelatihan bahasa isyarat menjadi langkah penting untuk memperkuat interaksi antara penyandang disabilitas dengan masyarakat. Sementara keterampilan batik eco print diharapkan mampu menjadi bekal ekonomi produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan peserta.
Melalui kolaborasi ini, PLN UIT JBM berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya kesetaraan dan inklusi sosial. Program ini juga menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, pengurangan kesenjangan, dan kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.
Versi ini lebih sesuai dengan gaya media online: judul lebih kuat, lead langsung menyampaikan inti berita, paragraf dibuat pendek agar nyaman dibaca di gawai, dan kutipan ditempatkan setelah konteks sehingga alurnya lebih mengalir seperti artikel di portal berita nasional.











