KaMedia – Transformasi teknologi kini semakin merambah sektor pertanian dan peternakan sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus mendorong pemanfaatan energi listrik untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani melalui program Electrifying Agriculture.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, PLN UIT JBM menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada Kelompok Tani Ngroto Makmur di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, pada Senin (29/6).
Mengusung tema Electrifying Agriculture – Terang Tani (Teknologi Rangkaian Energi Bagi Petani), program ini tidak hanya menyasar petani sawah, tetapi juga petani kebun dan peternak darat. Melalui pemanfaatan peralatan berbasis listrik, PLN berupaya menghadirkan solusi yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Bantuan yang diserahkan meliputi traktor listrik, mesin perontok jagung listrik, alat penyemprot hama listrik, mesin pemotong rumput listrik, pupuk, bibit, serta pembangunan fasilitas penunjang berupa toilet, saung, dan gudang. Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses budidaya, mengurangi biaya operasional, sekaligus meningkatkan hasil produksi para petani.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, menegaskan bahwa program TJSL PLN dirancang agar selaras dengan strategi bisnis perusahaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program TJSL harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung tujuan strategis korporat dan program strategis nasional. Electrifying Agriculture menjadi salah satu program prioritas karena mampu menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus mendorong modernisasi sektor pertanian,” ujar Andri.
Secara terpisah, General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menjelaskan bahwa Electrifying Agriculture merupakan salah satu langkah PLN dalam mendukung transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
“Electrifying Agriculture merupakan program yang mendorong pemanfaatan energi listrik pada sektor pertanian untuk meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, serta menciptakan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi,” jelas Ika.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ngroto Makmur Bektiharjo, L. Heru Imam Furi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PLN UIT JBM terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UIT JBM atas bantuan yang diberikan. Dengan adanya peralatan berbasis listrik dan fasilitas pendukung ini, kami optimistis produktivitas anggota kelompok tani akan meningkat, pekerjaan menjadi lebih efisien, proses panen dapat dipercepat, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para petani di Bektiharjo,” ungkap Heru.
Melalui Program Terang Tani, PLN UIT JBM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang berdampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional. Sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat modernisasi sektor pertanian sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan petani.











