HeadlineNasional

Perkuat Bantuan di Aceh, Satgas Kemanusiaan ITS Jangkau Daerah Terisolir

×

Perkuat Bantuan di Aceh, Satgas Kemanusiaan ITS Jangkau Daerah Terisolir

Sebarkan artikel ini
Tim Satgas Kemanusiaan ITS bersama TNI saat meninjau kondisi jalan yang rusak parah pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh / Foto : Humas ITS.

KaMedia – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut ambil bagian dalam operasi bantuan pascabencana di Aceh. Melalui kerja sama dengan Ikatan Alumni (IKA) ITS dan Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS, bantuan disalurkan melalui Satgas Kemanusiaan ITS. Distribusi bantuan tersebut berhasil menjangkau Desa Pameu, Aceh yang terisolasi akibat 52 titik longsor.

Menurut Prof Dr Nurul Jadid dan tim ITS yang bertugas, kondisi terkini di Aceh terdapat banyak daerah yang sulit untuk dijangkau dalam pendistribusian bantuan. Selain itu, listrik dan sinyal yang juga menjadi salah satu kebutuhan utama pun masih belum kondusif.

Bantuan difokuskan untuk mengisi kebutuhan pangan dan logistik masyarakat Desa Pameu yang mengalami kesulitan suplai akibat akses yang terputus. Sebanyak 5 ton beras, 500 kilogram minyak makan, 1,5 ton sarden siap masak, 500 kilogram gula, 200 kilogram garam, 500 bungkus pembalut, serta kebutuhan pokok lainnya.

Selain bantuan pokok, Tim Satgas Kemanusiaan ITS bersama IKA ITS dan YMI ITS juga mengerahkan bantuan lainnya seperti medis, dapur umum, dan perangkat bantuan lainnya. Dipimpin oleh dr Zain Budi Syulthoni SpKJ, tim medis bergerak ke RSUD Meuredu untuk berkoordinasi dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (USK) dan memberikan bantuan.

Bantuan pemulihan sinyal pun turut dilakukan dengan pemasangan Starlink di posko KM 28 Geumpang Pameu, Batalyon Yonif TP 854, dan beberapa lokasi lainnya. Panel surya juga ikut dibangun oleh tim ITS dalam operasi ini

Dengan demikian, bantuan yang diberikan ini diharapkan mampu membangkitkan harapan masyarakat Aceh yang terdampak. Oleh karena itu, tim relawan ITS yang bertugas menegaskan bahwa dukungan ini akan terus dilakukan hingga kondisi akses pulih dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Nurul Jadid selaku ketua tim memberikan harapannya agar bantuan dapat terus didistribusikan. Ia menegaskan bahwa bantuan ini harus terus dilanjutkan hingga penanganan pascabencana.

“Saya berharap upaya penanganan bencana di Sumatera bisa berlanjut hingga penanganan pascabencana, dan ITS juga akan siap membantu,” tegas Guru Besar Departemen Biologi ITS ini.

Melalui operasi bantuan kemanusiaan Aceh ini, ITS turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin 2 yakni Tanpa Kelaparan, dan juga poin 11 mengenai Kota dan Permukiman Berkelanjutan dengan bantuan dan penanganan di wilayah terdampak.