Surabaya

Menjadi Peneliti Muda Lewat Beasiswa Angka Nitisastro ITS

×

Menjadi Peneliti Muda Lewat Beasiswa Angka Nitisastro ITS

Sebarkan artikel ini
Direktur Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS Prof Dr Eng Chastine Fatichah SKom MKom memberikan penjelasan tentang beasiswa program pendidikan pascasarjana yang disediakan di ITS / Foto : Humas ITS.

KaMedia – Di tengah perubahan dunia yang bergerak cepat, dari teknologi, energi, hingga kesehatan, peran peneliti muda menjadi semakin krusial. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melihat kebutuhan itu bukan sekadar sebagai tantangan, tetapi peluang. Melalui Beasiswa Angka Nitisastro, ITS membuka jalan bagi generasi muda untuk menekuni riset secara serius di jenjang pascasarjana.

Beasiswa ini tidak sekadar bantuan biaya kuliah. ITS menyiapkan 84 kuota beasiswa penuh bagi mahasiswa magister (S2) dan doktor (S3) yang memiliki potensi akademik dan riset unggul. Para penerima beasiswa akan terlibat langsung dalam riset top tier bersama dosen pembimbing, menjadikan kampus bukan hanya ruang belajar, tetapi juga laboratorium gagasan dan inovasi.
Pascasarjana: Ruang Tumbuh Pengetahuan
Direktur Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS, Prof. Dr. Eng. Chastine Fatichah, menekankan bahwa pendidikan pascasarjana adalah fondasi penting dalam menjaga pengetahuan tetap relevan dan bernilai guna.

“Pengetahuan harus terus hidup dan diperbarui. Pendidikan pascasarjana adalah bagian dari upaya ITS membangun budaya lifelong learning dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas,” ujarnya.

ITS menyediakan berbagai jalur pendidikan pascasarjana, mulai dari magister, doktor, hingga program profesi. Mahasiswa dapat memilih jalur reguler maupun riset, dengan metode pembelajaran tatap muka maupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang fleksibel.

Bagi banyak calon mahasiswa, melanjutkan studi seringkali terbentur soal biaya. Menjawab tantangan tersebut, ITS menghadirkan beragam skema beasiswa pascasarjana.

Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati, menjelaskan bahwa ITS terus memperluas akses pendidikan tinggi melalui berbagai program beasiswa.

“ITS menyediakan beasiswa Fast Track, Fresh Graduate, PMDSU, Beasiswa Unggulan, hingga beasiswa riset dosen. Pada Januari ini, pendaftaran gelombang II juga dibuka untuk Beasiswa Angka Nitisastro, Fresh Graduate, dan LPDP Batch 1,” jelasnya.

Skema ini memungkinkan mahasiswa berprestasi untuk fokus belajar dan meneliti tanpa beban finansial berlebihan. Berbeda dengan beasiswa pada umumnya, Beasiswa Angka Nitisastro dirancang khusus untuk menjaring mahasiswa dengan potensi riset tinggi. Kepala Subdirektorat Pascasarjana ITS, Dr. Eng. Ardyono Priyadi, menyebutkan bahwa penerima beasiswa tidak hanya dibebaskan dari biaya UKT, tetapi juga mendapatkan uang saku dan pengalaman akademik yang lebih intensif.

“Mahasiswa akan terlibat langsung sebagai asisten peneliti dalam riset dosen pembimbing. Ini memberi pengalaman nyata sebagai peneliti, bukan sekadar mahasiswa,” ungkapnya.

Calon penerima beasiswa juga diwajibkan memastikan kesesuaian topik riset dan kesediaan promotor sejak awal proses pendaftaran. Ketentuan ini diterapkan untuk menjaga kualitas riset dan lulusan pascasarjana ITS. Pendaftaran Beasiswa Angka Nitisastro dibuka secara daring melalui laman resmi admisi ITS pada 5–28 Januari 2026. Setelah melalui tahapan seleksi, mahasiswa terpilih dijadwalkan mulai menjalani perkuliahan pada 23 Februari 2026.

Melalui beasiswa ini, ITS tidak hanya menyiapkan lulusan bergelar magister dan doktor, tetapi juga membentuk peneliti muda yang siap berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemajuan bangsa.

Bagi generasi muda yang ingin menjadikan riset sebagai jalan pengabdian, Beasiswa Angka Nitisastro bisa menjadi langkah awal menuju masa depan akademik yang bermakna.